Peringatan Hari Perempuan Sedunia, Fokus pada Pemimpin yang Berpihak pada Perempuan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin merayakan Hari Perempuan sedunia, Minggu (18/3). Acara tersebut dimotori Aliansi Perempuan
Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin merayakan Hari Perempuan sedunia, Minggu (18/3). Acara tersebut dimotori Aliansi Perempuan Merangin (APM) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merangin.
Pada acara peringatan hari perempuan sedunia kali ini, dititikberatkan pada kekuatan kolektif perempuan menuju Pilkada Merangin 2018 untuk pemimpin yang berpihak kepada perempuan.
Baca: GALERI FOTO: Candi Muaro Jambi di Akhir Pekan, Tetap Urutan Pertama di List Kunjungan Wisman
Acara yang dipusatkan di Aula Utama Kantor Bupati Merangin tersebut, dibuka Pejabat sementara (Pjs) Bupati Merangin, Husairi.
"Saya sangat memberikan apresiasi terhadap acara independent seperti yang digelar APM ini,’’ ujar Husairi.
Kalau ditanya dari tiga pasangan calon (pasalon) bupati Merangin, paslon mana yang berpihak kepada perempuan tegas Husairi, silahkan para perempuan Merangin menilai sediri dari visi dan misi masing-masing paslon bupati.
Pada acara yang diikuti ratusan perempuan Merangin itu, APM yang sebelumnya mengaku kekurangan dana operasional, diminta Pjs bupati untuk segera mengajukan proposal ke instansi terkait, agar bisa dibantu.
‘’Jadi nanti coba ajukan dulu proposalnya ke instansi terkait kita, sehingga bila ada anggarannya nanti bisa diproses. Saya sangat mendukung sekali program-program APM ini, semoga akan muncul APM-APM lainnya,’’ terang Husairi.
Baca: Syamsurizal: Semoga Tribun Sukses dan Jaya Selalu
Baca: Anggun Pernah Meringkuk di Bawah Meja Melihat Ulahnya, Sekarang yang Dikhawatirkan Terjadi
Pada kesempatan itu, Pjs bupati kembali mengingatkan para perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Jika ada perempuan ASN yang terlibat politik praktis akan diproses.
‘’Bila ada perempuan ASN yang data dan saksinya benar-benar terlibat politik praktis, kita proses dan diberi sanksi sesuai atuaran yang berlaku. Namun sampai sejauh ini belum ada laporan tertulis dan lisan ada ASN terlibat politik praktis,’’ terang H Husairi.