Inspiratif, Nyari yang Belum Ada, Akhirnya Sriani Bikin Sawi Caisim Jadi Kripik dan Sukses

"Makanan kan banyak macamnya apa lagi kripik, jadi kita nyari yang belum ada di Jambi, kripik sawi yang belum ada..."

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Fitri Amalia
Sriani dan kripik Sawi Arjuna 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jika berkunjung ke supermarket Meranti atau mencari oleh-oleh di Toko Oleh-oleh Pak DJ, jangan lupa untuk membeli kripik Sawi Arjuna. Selain gurih dan lezat, kripik ini sehat karena terbuat dari Sawi Caisim yang dihaluskan.

"Makanan kan banyak macamnya apa lagi kripik, jadi kita nyari yang belum ada di Jambi, kripik sawi yang belum ada," ujar Sriani, Pemilik Usaha Kripik Sawi Arjuna, Rabu (4/3).

Ibu empat anak ini sudah menekuni usaha ini sejak 2015. Atas dukungan semangat dari keluarga dan saudara, untuk membuka usaha, sekarang ia telah menuai hasil dari usahanya.

Awalnya, ia hanya sebagai ibu rumah tangga. Setelah urusan rumah tangga selesai, masih banyak waktu tersisa dan ia ingin memanfaatkan waktu luangnya dengan membuka usaha. Tetapi saat itu ia masih bingung ingin memulai usaha apa. Atas saran dari bulik (tante; red) dan saudara iparnya, ia memulai membuat kripik.

"Awalnya alat ampia dipinjamin sama bulik untuk bikin kripik. Sempat rusak lalu dipinjamin lagi. Kita mikir mau sampai kapan minjam terus, akhirnya kumpuli modal untuk beli alat ampia yang gak manual lagi," kenang Sriani.

Modal awal memulai usaha Rp 600 ribu. Tentu, tidak langsung berhasil pada percobaan pertama. Ia harus mencoba berkali kali hingga didapat rasa kripik yang pas.

Pertama menjual, kripiknya dijual per kilogram ke tempat produksi usaha oleh-oleh Pak DJ.

"Waktu itu saya belum pakai merek sendiri, masih jual per kilo ke toko oleh-oleh Pak DJ, nanti mereka bungkus, dan masarin produknya," ujarnya.

Baca: Ini Kode yang Digunakan Anggota Dewan Provinsi Jambi Saat Minta Jatah, Ada Hujan Merata Tidak

Baca: Supriyono Sebut Bapak dan Sekda, Rekaman Percakapan Telepon Diputar Jaksa KPK di Sidang

Selama setahun kripiknya dipasarkan oleh bulik. Tidak lama buliknya menyarankan untuk menjual sendiri keripiknya agar dapat berkembang.

"Saya dilepas untuk jualan, cari toko sendiri untuk memasarkan kripik saya, awal dilepas jual sendiri di Meranti. Alhamdulillah sudah 25 toko yang sekarang menjual produk saya dan sampai sekarang masih lancar, saya juga meneruskan masukan produk ke toko yang sebelumnya atas nama bulik," katanya.

Ia mengatakan kadang seminggu sekali memasok kripik ke swalayan dan toko oleh-oleh. Awal merintis kita tidak bisa tidak bisa mematok keuntungan yang didapat, tetapi keuntungan yang dapat terus diputar.

Jika ia sedang fit, ia dapat membuat kripik sebanyak enam kilogram, apalagi saat mendekati hari raya besar. Dalam sebulan, omzet mencapai Rp 1 juta-Rp 3 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved