Jadi Mualaf Sejak Remaja, Warga Keturunan Tionghoa ini Jadi Ojek Online Untuk Lakukan Hal ini
Di tengah hiruk pikuk perayaan Imlek, Ahmad Hasan, justru sedang khusuk-khusuknya menikmati ibadah umroh di Tanah Suci.
TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah hiruk pikuk perayaan Imlek, Ahmad Hasan, justru sedang khusuk-khusuknya menikmati ibadah umroh di Tanah Suci.
Baca: Kisah Seorang Bocah yang Menggetarkan Hati dan Dicari Oleh Stefano Lilipaly
Ya, Ahmad Hasan, salah satu keturunan Tionghoa yang memilih menjadi mualaf dan mendapat kesempatan melaksanakan umroh berangkat 5 Februari lalu.
Baca: GALERI FOTO: Tradisi Melepaskan Burung pada Hari Imlek. Ini Maknanya
Berasal dari marga Lien Hok Young, Hasan lahir di Semarang 11 Desember 1976. Dia lalu diboyong ke Palembang dan besar di kota pempek, menyelesaikan pendidikan di SD xaverius IV Palembang.
Cobaan hidup dihadapi Hasan. Pada tahun 1981 mengalami kecelakaan, korban tabrak lari.
Hasan yang waktu itu berusia lima tahun mengalami koma 21 hari.
Baca: Doyan Makanan Pedas? Peneliti Sebut Makan Makanan Pedas Tiap Hari Kurangi Resiko Kematian
"Alhamdulillah saya masih mendapat kesempatan hidup kedua dan kembali hidup sehat dan normal," katanya bercerita via Whatsapp, didampingi Kepala Cabang PT Armiraneka Perdana Palembang, Dede Yusa Chairunnas di sela waktu senggang saat memasuki ibadah umroh hari-hari akhir di Arab Saudi, Rabu (14/2/2018).
Usai sembuh dari sakit, Hasan menjalani hidup yang keras.
Dia tak melanjutkan sekolah tapi justru bekerja asal mendapatkan uang yang halal.
Baca: Komen di Akun Instagram Anaknya Azriel, Krisdayanti Malah Kena Nyinyirin Warganet
"Saya pernah jualan koran lalu jadi kuli pasar sejak umur 13 tahun," katanya.
Hidup berbaur dengan warga masyarakat membuat Hasan dekat dan akrab dengan Islam.
Di usia yang masih tergolong muda, yakni 13 tahun itu juga, Hasan memutuskan masuk Islam dan menjadi mualaf.