Tak Setuju Ganti Rugi Lahan Perluasan Bandara Depati Parbo Dihargai Rp 90 Ribu Per meter

Warga Kerinci yang lahan sawahnya terkena perluasan Bandara Depati Parbo Kerinci merasa kecewa

Tak Setuju Ganti Rugi Lahan Perluasan Bandara Depati Parbo Dihargai Rp 90 Ribu Per meter
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
23122016_bandara depati parbo 

TRIBUNJAMBI.COM - Warga Kerinci yang lahan sawahnya terkena perluasan Bandara Depati Parbo Kerinci merasa kecewa.

Mereka keberatan lantaran nilai jual tanah yang terlalu rendah.

Informasi yang diperoleh Tribun, harga ganti rugi lahan tersebut ada yang Rp40 ribu per meter, Rp48 ribu, dan banyak juga yang diganti rygi dengan nilai Rp90 ribu permeter.

Hal ini membuat banyak warga menolak ganti rugi lahan untuk perluasan bandara tersebut.

Seperi dikatakan Tri, seorang warga Ambai, kepada Tribun dia menyampaikan harga ganti rugi pelebaran bandara yang begitu murah.

Bahkan nenurutnya sangat janggal dengan harga Rp84 ribu sampai Rp90 ribu permeter.

"Harganya sangat murah Rp. 84.000-Rp. 90.000 permeter. Dan pemilik sawah di daerah kami tidak dilibatkan dalam musyawarah," ungkapnya Minggu (24/12).

Warga lainnya yang enggan disebut namanya juga mengatakan kalau proyek pelebaran Bandara Depati Parbo merugikan pemilik tanah.

"Nasak iyo nak bagi ganti rugi tanah permeter Rp 90 ribu. masuk akal dak ni, cubo tanah 1 meter kito tanam padi selamo lima tahun kedapan nyo, lah brapo hasilnyo. Bahkan sampai tgl 28-12-2017 siapkan yang dak ngambil uang tanah tetap akan dimbil jugo tanah tersebut. Ini bukan suatu paksaan namonyo," katanya

Warga berharap harga ganti rugi lahan untuk perluasan Bandara ini tidak merugikan petani. Karena rata-rata lahan yang terkena perluasan merupakan areal produktif milik petani.

Halaman
123
Penulis: hendri dede
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved