TribunJambi/

Janin Korban Aborsi Dikubur Hanya Dibungkus Plastik Hitam, Tanpa Kain Kafan dan Tak Dimandikan

Efendi, tukang gali kubur di TPU Putri Ayu dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana aborsi ilegal

Janin Korban Aborsi Dikubur Hanya Dibungkus Plastik Hitam, Tanpa Kain Kafan dan Tak Dimandikan
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Tersangka pelaku aborsi saat digelandang ke Mapolresta Jambi, Senin (5/6). Polresta menetapkan empat tersangka pada kasus dugaan aborsi yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Kota Jambi ini 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Efendi, tukang gali kubur di TPU Putri Ayu dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana aborsi ilegal yang melibatkan Dokter Spesialis Kandungan dr Trisna Tami dan empat terdakwa lainnya.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (7/12/2017).

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim mencerca saksi dengan pertanyaan terkait praktek kuret ilegal yang diduga dilakukan keempat terdakwa.

Dalam keterangannya, Efendi mengatakan mengenal salah satu terdakwa, yaitu Sriwiati als Mpok Ati dari wajah saja. Itupun setelah berkenalan tahun 2016 lalu di pemakaman tempat saksi biasa beraktifitas.

"Tahun 2016 ketemu di kuburan kenal dari wajah, di kuburan Putri Ayu," jelas saksi di muka persidangan.

Lebih lanjut saksi menjelaskan, terdakwa saat itu datang meminta untuk menguburkan janin bayi.

Pada saat itu juga terdakwa ditemani pasangan yang diduga saksi sebagai orangtua janin. Namun dirinya tidak mengetahui jika janin tersebut merupakan hasil dari praktek aborsi atas kehamilan di luar nikah.

Selama tahun 2016 kata saksi, Mpok Ati pernah meminta dirinya memakamkan tiga janin.

Ada yang masih sekepalan tangan, ada juga yang sudah mulai berbentuk manusia dengan perkiraan usia lima hingga enam bulan.

"Dua kali ada bawa kawan sepasang, bayi yang dikubur lahir tidak normal sepertinya. Ada satu kali Mpok Ati sendirian," kata saksi Efendi.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai tukang gali kubur Ia mengatakan diupah terdakwa Rp 200 ribu.

"Yang sekali Mpok Ati sendirian janin dimasukkan dalam kantong plastik hitam. Dak dikafani lagi, ndak dimandikan langsung dikubur," ujarnya.

Dalam persidangan itu Efendi menjadi saksi untuk kelima terdakwa, yakni, dr Trisna Utami (30) Dokter Spesialis Kandungan, Wulandari, pegawai magang di Rumah Sakit, Puri Medika, Sriwiyati (45) pembantu di rumah Trisna, Sely Puspita Sari (34) dan Melinda Riska Indrani sebagai orangtua yang meminta aborsi.(*)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help