TribunJambi/

Dianggap Menjelekkan Nama Baik Universitas, Profesor Sains Ini Dipecat

Pimpinan Universitas Gunma, Kamis (12/10/2017) secara resmi memecat profesor sains kesehatan universitas tersebut, Prof Masashi Emoto (56)

Dianggap Menjelekkan Nama Baik Universitas, Profesor Sains Ini Dipecat
Pimpinan Universitas Gunma mengumumkan pemecatan Prof Masashi Emoto (insert), Kamis (12/10/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pimpinan Universitas Gunma, Kamis (12/10/2017) secara resmi memecat profesor sains kesehatan universitas tersebut, Prof Masashi Emoto (56) karena dianggap menjelekkan nama baik universitasnya.

"Kami menemukan pemalsuan data tesisnya dan menggunakan nama palsu pada twitter yang isinya menjelekkan nama universitas, menjelekkan sesama pengajar dan menjelekkan mahasiswa di universitas Gunma. Demi menjaga nama baik dan kredibilitas sekolah, kami anggap tindakannya telah melanggar aturan yang ada, dan perlu dikeluarkan," ungkap Pimpinan Universitas Gunma dalam jumpa pers, Kamis (12/10./2017).

Baca: Syarat Dukungan PDIP Kurang, KPU Kota Jambi: Harus Diperbaiki Paling Lambat 16 Oktober

Baca: Proyek Pembangunan Pasar Rantau Ikil Baru Siap 10 Persen, Komisi III DPRD Bungo Naik Pitam

Tesisnya mengenai fungsi kekebalan yang diungkapkan antara tahun 2008-2010 dengan 12 halaman termasuk gambar dan data dianggap tidak benar atau dipalsukan.

Terhadap penggunaan nama samaran pada twitter yang menjelekkan universitas, Enomoto menyatakan tidak tahu dan bukan dirinya.

Baca: Waspada, di Bungo Ditemukan Minimarket Jual Obat yang Sudah Kedaluwarsa

Baca: Selisih Belanja Lebih Sedikit, Astri Menangkan Fun Shopping Pertama

Ketidakbenaran ini diketahui tanggal 24 Februari lalu universitas membentuk tim penyidik, dan langsung tidak boleh mengajar.

Lalu 5 Oktober lalu diskors dari universitasnya dan hari ini Kamis (12/10/2017) diumumkan pemecatannya.

Baca: Anggaran Transportasi Segera Cair, Paling Lambat 20 Oktober Mobil Dinas Dewan Harus Dikembalikan

Baca: Bawa Kulit dan 3 Kg Tulang Harimau, Dua Warga Merangin Ini Dibekuk Polisi

Tanggal 25 Desember tahun lalu Emoto juga memasukkan tuntutan ke pengadilan Maebashi bahwa pengurangan listrik dan gangguan pendidikan pengajarannya dianggapnya merugikan, sehingga menuntut Universitas Gunma untuk sebuah ganti rugi.

Pihak Universitas Gumma meminta maaf kepada masyarakat atas kasus ini.

"Kami minta maaf sedalamnya terjadi hal-hal yang tidak pantas di sini yang mengakibatkan rusaknya nama universitas dan kepercayaan kepada kami," kata pimpinan Universitas itu.

Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help