Runway Bandara Muara Bungo Bakal Jadi 2.000 Meter

Susah hampir dua tahun, hanya Jet BAE Avistar yang mendarat. Pesawat terbang yang lebih besar belum bisa menyambangi Muara Bungo.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Susah hampir dua tahun, hanya Jet BAE Avistar yang mendarat. Pesawat terbang yang lebih besar belum bisa menyambangi Muara Bungo.

Pasalnya landasar pacu atau runway Bandara Muara Bungo masih sangat terbatas. Sementara pesawat sejenis Boeing 737 butuh runway yang lebih panjang.

Beberapa tahun terakhir, bandara yang dirintis oleh Zulfikar Achmad ini terus dibangun. Penambahan panjang runway tiap tahun dilakukan dengan dibiayai oleh APBN.

Sekretaris Dinas Perhuhungan Komunikasi dan Informasi (Dishub Kominfo) Kabupaten Bungo, Wahyu Sarjono, mengkonfirmasi hal ini. Ia mengatakan, di akhir 2014 nanti, bandara ini akan memiliki runway sepanjang 1.600 meter.

"Kita memang terus membangun penambahan runway. Akhir tahun sudah 1.600 meter," ujar Wahyu, Selasa (14/10).

Pemkab Tebo, ujar Wahyu, mengatakan pihaknya mendapat kabar sangat menyenangkan. 2015 mendatang, pemerintah pusat kembali akan mengucurkan dana untuk penambahan panjang runway.

Jika tak ada kendala, panjang runway di akhir 2015 bisa mencapai 2.000 meter. Itu berarti bandara yang berlokasi di Dusun Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah ini akan bisa diterbangi pesawat terbang berbody lebih besar.

"Oo iya. Tentu (bisa). Kalau sudah 2.000 meter, pesawat jenis Boeing atau Airbus sudah bisa mendarat. Jadi pesawat lain juga bisa ke Bungo," ujar Wahyu lagi.

Sejak dioperasikan, bandara ini hanya diterbangi satu maskavai saja, Aviastar. Itupun hanya tiga kali dalam satu minggu.

Dengan hanya satu pesawat, seringkali terjadi gangguan swhingga penerbangan sampai dibatalkan. Selain itu harga tiket juga terbilang cukup mahal untuk kebanyakan penumpang.

"Kalau pesawat lain sudah bisa mendarat, kita bisa melayani lebih banyak penerbangan. Lebih banyak penumbang. Dampak positifnya akan sangat banyak bagi Kabupaten Bungo," ujar Wahyu lagi.

Bupati Sudirman Zaini, sebelumnya juga pernah mengeluhkan harga tiket yang mahal. Menurutnya, jika saja ada maskavai lain yang terbang ke Bubgo, ha seperti ini tidak mesti terjadi lagi. (lis)

Penulis: muhlisin
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved