Dua Siswa SMPLB Sulit Ikut UN
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar tentang dua siswa SMPLB Kuala Tungkal M Ilham dan Sovia Lamona tidak bisa mengikuti Ujian
Tayang:
Penulis: Awang Azhari | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabar tentang dua siswa SMPLB Kuala Tungkal M Ilham dan Sovia Lamona tidak bisa mengikuti Ujian Nasional karena belum terdaftar, sampai juga ke pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Erwan Malik mengatakan masalah itu masih dirapatkan di kabupaten, karena kewenangan terkait penyelesaiannya ada di kabupaten.
"Kemarin kepala sekolah sudah ke sini, ternyata memang berkas siswa yang bersangkutan itu sebelumnya diserahkan oleh pihak sekolah ke UPT disdik kabupaten, nah dari kabupaten tidak sampai ke sini (Disdik Provinsi)," terangnya, Selasa (23/4).
Erwan pun menegaskan, karena dua siswa tersebut tidak terdaftar, jadi memang siswa itu tidak bisa ikut ujian nasional.
Meski begitu, Kadisdik menerangkan bahwa pihaknya tengah mencari solusi, menurutnya saat ini ia sedang menunggu informasi dari kabupaten, namun tidak juga ia pungkiri, bahwa kendala yang dihadapi dua siswa malang ini memang sangat sulit.
Di luar permasalahan tersebut, Erwan Malik sedikit menyinggung banyaknya sekolah yang melakukan 'ritual' sebelum UN. Ia mengatakan sangat menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya hal ini malah memberi kesan menakut-nakuti siswa.
"Seharusnya pihak sekolah anggap UN biasa aja, janganlah melakukan kegiatan-kegiatan di luar akademis seperti doa bersama, dan segala macam, hal ini malah mempengaruhi psikologis siswa, siswa jadi merasa seram menghadapi UN, dan itu akan membuat siswa stress. Kalau siswa stress sulitlah untuk bisa konsentrasi mengerjakan soal," kata Erwan.
Menurutnya, sekolah seharusnya membuat siswa rileks. Ke depan ia mengungkapkan, pihak Disdik akan menghimbau agar sekolah tidak lagi membuat kegiatan yang malah menjadikan suasana UN seperti menyeramkan.
"Kemarin kepala sekolah sudah ke sini, ternyata memang berkas siswa yang bersangkutan itu sebelumnya diserahkan oleh pihak sekolah ke UPT disdik kabupaten, nah dari kabupaten tidak sampai ke sini (Disdik Provinsi)," terangnya, Selasa (23/4).
Erwan pun menegaskan, karena dua siswa tersebut tidak terdaftar, jadi memang siswa itu tidak bisa ikut ujian nasional.
Meski begitu, Kadisdik menerangkan bahwa pihaknya tengah mencari solusi, menurutnya saat ini ia sedang menunggu informasi dari kabupaten, namun tidak juga ia pungkiri, bahwa kendala yang dihadapi dua siswa malang ini memang sangat sulit.
Di luar permasalahan tersebut, Erwan Malik sedikit menyinggung banyaknya sekolah yang melakukan 'ritual' sebelum UN. Ia mengatakan sangat menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya hal ini malah memberi kesan menakut-nakuti siswa.
"Seharusnya pihak sekolah anggap UN biasa aja, janganlah melakukan kegiatan-kegiatan di luar akademis seperti doa bersama, dan segala macam, hal ini malah mempengaruhi psikologis siswa, siswa jadi merasa seram menghadapi UN, dan itu akan membuat siswa stress. Kalau siswa stress sulitlah untuk bisa konsentrasi mengerjakan soal," kata Erwan.
Menurutnya, sekolah seharusnya membuat siswa rileks. Ke depan ia mengungkapkan, pihak Disdik akan menghimbau agar sekolah tidak lagi membuat kegiatan yang malah menjadikan suasana UN seperti menyeramkan.