A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ada Makanan Dinosaurus di Geopark Merangin - Tribun Jambi
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Jambi

Ada Makanan Dinosaurus di Geopark Merangin

Selasa, 11 September 2012 10:58 WIB
Ada Makanan Dinosaurus di Geopark Merangin
ist
Geopark Merangin


Kendati berupa gambar-gambar fosil tumbuhan yang menempel di batu, namun video tayangan Geopark alias Taman Bumi Merangin di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mampu menyihir audiens hening sejenak. Geopark berhasil curi perhatian awak media

SUASANA lantai 17, gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (10/9) cukup ramai. Belasan wartawan, terlihat menatap dengan serius layar putih yang terpasang di depan meja rapat.
Ternyata, Geopark alias Taman Bumi di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, membuat jurnalis 32 media nasional dan lokal kepincut.  Mereka menghadiri acara ekspos pariwisata di gedung kementerian yang nakhodai Marie Elka Pangestu itu.
Suasana ekspos sesi taman batu yang diperkirakan berusia 350 tahun sempat hening. Mata hadiri menatap layar berisi gambar-gambar fosil tumbuhan yang menempel di batu, dan menjadi ciri khas Taman Bungi Merangin. Lontaran kemungkinan dinosaurus pernah hidup di Jambi agaknya cukup membuat hadirin terperangah.
Bagaimana tidak, kosa kata seperti dinosaurs, fosil dan 350 juta tahun ibarat mengundang penasaran, dan mengingatkan kisah film fenomenal The Jurrasic Park. Sehingga hadiri langsung menyimak.
Apalagi rencananya, potongan batu yang tertempel fosil di bagian badannya bakal ikut dipamerkan dalam kegiatan pariwisata akbar se-Sumatera di hajatan bertajuk Kemilau Sumatera ke‑7, pada 11‑16 Oktober 2012, di Jambi. "Bisa untuk dibawa ke Kemilau Sumatera," ujar Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi, seusai acara, kemarin.
Ketertarikan audiens bukan tanpa alasan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjanto menjelaskan, bahwa tumbuhan yang menempel di batu, adalah makanan dinosaurus. Artinya, dinosaurus kemungkinan pernah hidup di Jambi. "Saat ini tinggal butuh menemukan fosil dinosaurus untuk melengkapi (pembuktian) itu," ujarnya.
Fosil batu dikatakan Didy, tidak ditemukan di daerah lain tetangga Jambi, seperti Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Temuan di Taman Bumi Merangin hanya ada di jazirah Indochina.
Untuk membawa ke pameran, Didy mengatakan cukup sulit. Disebutkan dia, bobot sebongkahnya mencapai 5 ton.
Sisipan Jambi
Dalam hajatan Kilau Sumatera, Provinsi Jambi akan menyisipkan satu agenda wisata, yaitu Agenda Pekan Pesona Wisata Jambi sekaligus menjadi agenda wisata khusus Jambi. Bersamaan dengan itu, tiap‑tiap daerah se-Sumatera juga akan hadir. Di stand‑stand yang berdiri, mereka akan memamerkan produk kerajinan, dan tarian‑tarian.
"Seluruh Sumatera tentunya akan hadir di Jambi, untuk keperluan paariwisata," ujar Hasan Basri Agus. Masing‑masing daerah yang hadir sebagai peserta di acara bertajuk pariwisata akan membawakan produk‑produk kerajinan untuk dipamerkan. Selain itu, kesenian daerah, seperti tarian‑tarian.
Jambi sendiri, dalam gelaran akbar itu, akan menampilkan tarian kolosal, yang merupakan gabungan dari sembilan kabupaten dan dua kota di Provinsi Jambi. Selain itu akan digelar juga festival bujang gadis Jambi.

Dirjen Nilai Seni Budaya dan Film sekaligus Plt Sekjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara mengatakan, Jambi perlu dikembangkan. Perlu event yang bisa mengangkat pariiwisata. Event-event seperti yang ada sekarang menjadi pintu masuk pengembangan pariwisata. "Di sini pintu masuk, wartawan harap hadir baiknya. Sehingga event ini bisa berjalan melibatkan banyak orang," kata Ukus didepan belasan awak media nasional. (duantosudrajat)
Penulis: duanto
Editor: deddy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80372 articles 5 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas