TOPIK
Pengeroyokan Siswa di Kota Jambi
-
Kasus pengeroyokan siswa SMPN 5 Jambi berakhir damai, namun guru tetap dievaluasi dan dibina oleh Dinas Pendidikan.
-
Kasus pengeroyokan siswa SMPN 5 Kota Jambi diselesaikan secara damai, sementara korban masih menjalani pemulihan fisik dan psikologis.
-
Kasus dugaan pengeroyokan siswa SMPN 5 Kota Jambi berakhir damai melalui mediasi, dengan korban mendapat pendampingan dan pelaku tetap bersekolah.
-
Ayah korban, Muhammad Sukri Handi Fatoni, mengungkapkan awalnya keluarga hanya mendapat informasi anaknya terlibat keributan biasa.
-
Dua siswi itu juga menegaskan bahwa guru yang terlihat dalam video pun terus berusaha menghentikan perkelahian.
-
Psikolog sekaligus Dosen Universitas Jambi, Dessy Pramudiani, menegaskan pengeroyokan di sekolah bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa.
-
Psikolog menilai dugaan pengeroyokan siswa SMPN 8 Jambi sebagai tanda masalah emosi dan relasi sosial remaja.
-
Orang tua siswa korban pengeroyokan di SMP Negeri 5 Kota Jambi mengungkap adanya perubahan perilaku dan kondisi fisik pada anaknya pascakejadian.
-
Siswa SMP Negeri 5 Kota Jambi itu dilaporkan mengalami perubahan perilaku drastis setelah menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh rekan sekolah.
-
Ayah korban, Muhammad Sukri Handi Fatoni, mengatakan pada hari pertama dan kedua setelah kejadian, anaknya terlihat lebih pendiam jarang merespons
-
Namun, pada malam harinya, kakak perempuan korban memperlihatkan video kejadian yang dialami adiknya.
-
Di kelas 7C SMPN 5 Kota Jambi, terlihat seorang perempuan berpakaian seragam Pramuka berada di antara murid-murid yang sedang memukuli temannya
-
Persoalan perundungan pengeroyokan di lingkungan sekolah tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut keamanan serta psikologis
-
Wakil Komisi IV DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, mengatakan langsung ke sekolah setelah video dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial.
-
Kepala SMPN 5 Kota Jambi, Budi Suprianto, mengatakan sejumlah siswa ikut tersulut hingga melakukan tindakan kekerasan
-
Video berdurasi 34 detik itu memperlihatkan siswa berseragam baju biru dan bercelana panjang putih dipukuli teman-temanya.