Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kabarnya OpenAI Rekrut Karyawan Besar-besaran Tahun ini

Tahun ini, perusahaan teknologi OpenAi akan merekrut karyawan besar-besaran. perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini akan menambah

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Ist
OpenAi dan CEO-nya Sam Altman 

TRIBUNJAMBI.COM - Tahun ini, perusahaan teknologi OpenAi akan merekrut karyawan besar-besaran.

Perusahaan di balik chatbot AI populer ChatGPT ini dilaporkan berencana melipatgandakan jumlah karyawannya hingga mencapai sekitar 8.000 orang pada akhir 2026.

Saat ini, jumlah karyawan OpenAI berada di kisaran 4.500 orang.

Artinya, sepanjang tahun ini, perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini menargetkan penambahan sekitar 3.500 atau hampir dua kali lipat karyawan baru.

 Rencana ini pertama kali dilaporkan outlet media Financial Times (FT).

Menurut dua sumber yang dikutip FT, perekrutan pegawai baru OpenAI akan dilakukan di berbagai divisi, mulai dari pengembangan produk, engineering, riset, hingga penjualan.

Perusahaan AI yang naik daun sejak akhir November 2022 ini juga disebut akan merekrut tenaga khusus yang berperan sebagai “technical ambassador”.

Peran ini bertugas membantu perusahaan atau klien memahami dan memanfaatkan teknologi AI OpenAI secara lebih optimal.

Baca juga: Gus Yaqut Bersyukur Bisa Sungkem ke Ibu di Lebaran 2026, Sosok Ketua KPK Disorot

Baca juga: Emas Antam 24/3/2026 Dibanderol Rp2.843.000 per Gram, Berapa Perhiasan di Jambi?

Langkah agresif ini menunjukkan bahwa OpenAI tengah mempercepat ekspansi bisnisnya, di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kecerdasan buatan.

Selain memperkuat tim internal, OpenAI juga terus memperluas kerja sama strategis.

Pada Februari lalu, perusahaan ini mengumumkan kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk penggunaan teknologi AI mereka. 

Kerja sama ini disambut kritik dan protes dari pelanggan.

Bahkan jumlah subscriber ChatGPT menyusut 1,5 juta pelanggan dalam waktu kurang dari 48 jam setelah pengumuman.

Alasannya, pelanggan ChatGPT Plus menanggap, OpenAI mendukung operasi militer, terutama terkait pengawasan massal dan pemakaian AI untuk senjata otonom.

Di sektor swasta, OpenAI juga dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan investasi, termasuk Brookfield Asset Management, untuk mengimplementasikan AI di berbagai portofolio bisnis.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved