Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SMK di Tanjabtim Dikeroyok

Kasus Guru dan Siswa di Tanjabtim Belum Menemui Titik Terang

Kasus perseteruan antara guru dan siswa di Tanjung Jabung Timur belum menemukan titik terang.

|
Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
Kasus perseteruan antara guru dan siswa di SMKN 3 Berbak Tanjung Jabung Timur belum menemukan titik terang. 


 
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Srituti Apriliani Putri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus antara guru dan siswa di Tanjung Jabung Timur belum menemukan titik terang.

Kasus ini bermula dari pengeroyokan terhadap Agus Saputra, seorang guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Berbak, terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, dipicu oleh ketegangan antara guru dan siswa di lingkungan sekolah.

Insiden bermula ketika Agus menampar seorang siswa yang diduga melontarkan kata-kata tidak sopan saat ia melintas di depan kelas, namun pihak siswa memberikan versi berbeda dengan menuduh sang guru melakukan penghinaan verbal (menyebut kata "miskin").

Ketegangan memuncak pasca-mediasi yang menemui jalan buntu, di mana Agus dikeroyok oleh sejumlah siswa saat hendak menuju ruang guru hingga mengalami luka memar.

Agus bahkan sempat mengacungkan celurit sebagai upaya membela diri untuk membubarkan massa.

Kasus ini telah berlanjut ke ranah hukum melalui aksi saling lapor di Polda Jambi.

Hingga saat ini, kasus laporan tersebut masih di proses di Polda Jambi.

Ditreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma mengatakan bahwa sudah memanggil sejumlah saksi.

"Saksi yang berhubungan sudah kita panggil," ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Ia mengatakan upaya Restorative Justice bisa dilakukan apabila ada pihaknya yang mengajukan permohonan. 

"Jika ada yang bermohon bisa kita fasilitasi, tapi ini juga masih proses," jelasnya.

Senada dengan itu, Kuasa Hukum Siswa LF mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada upaya untuk melakukan mediasi. Namun, dari pihak guru belum ada respon.

"Di hari minggu (ada upaya mediasi) tapi dari gurunya tidak ada respon," ujarnya.

Sementara itu, untuk siswa LF diketahui hari Selasa (3/2/2026) ini akan melanjutkan pemeriksaan psikologis sebagai korban untuk kedua kalinya.

Baca juga: Tak Hanya Guru Agus, 289 Kepala Sekolah Negeri di Jambi Segera Jalani Tes Psikologi Massal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved