Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Selebrasi Bola Jambi

Dosen Unja Eks Winger PSMS Junior Bicara soal Prancis, Cara Kuliah hingga Tantangan Sepak Bola Jambi

Bagi Sukendro, Dosen Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi (Unja), Piala Dunia menyimpan pelajaran yang jauh lebih besar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: asto s | Editor: asto s
Tribunjambi.com/tribunjambi
MOJOK BOLA JAMBI - Sukendro, Dosen Pendidikan Olahraga Universitas Jambi, saat bersama Host Tribun Jambi, M Ferry Fadli dan Tommy Kurniawan, di Studio Tribun Jambi, Rabu (10/6/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kickoff Piala Dunia 2026 dimulai Kamis (11/6/2026). Di Jambi, para pecinta bola memiliki jagoannya masiang-masing.

Pesta sepak bola empat tahunan ini hanya soal pertandingan, gol, dan perebutan trofi. 

Bagi Sukendro, Dosen Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi (Unja), Piala Dunia menyimpan pelajaran yang jauh lebih besar.

Pria yang telah 34 tahun mengabdikan diri sebagai dosen itu menilai sepak bola bukan sekadar olahraga. 

Di dalamnya terdapat nilai sportivitas, kerja sama tim, kepemimpinan, hingga potensi ekonomi yang mampu menggerakkan masyarakat.

Dalam wawancara bersama Tribun Jambi, Sukendro bercerita tentang pengalamannya sebagai mantan pemain PSMS Junior, pandangannya terhadap peluang juara Piala Dunia, sosok pemain yang diidolakan dari era Pele hingga Kylian Mbappe, hingga harapannya terhadap perkembangan sepak bola Jambi setelah hadirnya Stadion Swarnabhumi.

Berikut petikan wawancara bersama Sukendro, bersama Host Tribun Jambi, M Ferry Fadli dan Tommy Kurniawan:

Tribun Jambi: Abang Sukendro sudah berapa lama menjadi dosen di Universitas Jambi?

Sukendro: Baru 34 tahun. Saya mulai mengajar sejak 1992 di Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

Tribun Jambi:  Selama mengajar, ada alumni yang berhasil menjadi atlet nasional atau internasional?

Sukendro:  Banyak. Salah satunya Hanip Wijaya, atlet panahan asal Kerinci yang pernah tampil di Olimpiade.

Sekarang beliau bertugas sebagai anggota TNI di Bogor. Selain itu banyak juga alumni kami yang berprestasi di cabang polo air, dayung, hingga petanque.

Tribun Jambi:  Petanque masih terdengar asing bagi masyarakat. Seperti apa olahraga itu?

Sukendro:  Petanque berasal dari Prancis. Permainannya menggunakan bola besi dan bola kayu kecil sebagai target. Tujuannya melempar bola besi sedekat mungkin ke bola kayu.

Cabang ini punya banyak nomor pertandingan dan medali. Bahkan pada SEA Games lalu, atlet-atlet Jambi berhasil menyumbangkan medali dari cabang ini.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved