Berita Selebritis
Sinetron Istiqomah Cinta Makin Seru, Teuku Ryan Akui Tertantang Perankan Pengacara
Sinetron Istiqomah Cinta yang tayang di SCTV terus menghadirkan konflik yang semakin rumit dan menarik di setiap episodenya.
TRIBUNJAMBI.COM - Sinetron Istiqomah Cinta yang tayang di SCTV terus menghadirkan konflik yang semakin rumit dan menarik di setiap episodenya.
Kisah Fathan yang diperankan Arbani Yasiz kini mulai kehilangan kepercayaan kepada Khansa setelah terus dipengaruhi Emran yang dimainkan Cakrawala Airawan.
Alur cerita sinetron ini juga semakin berkembang dengan hadirnya karakter Oscar, Vionika, dan Puspa yang diperankan oleh Teuku Ryan, Anjani Dina, dan Djihan Ranti.
Baca juga: TERJAWAB Isu Teuku Ryan, Olla Ramlan Blak-blakan Soal Pacar Barunya Duda Brondong, Nassar: Daun Muda
Usai merayakan 100 episode, para pemain membagikan pengalaman mereka selama mendalami karakter masing-masing, termasuk tantangan yang dihadapi di lokasi syuting.
Anjani Dina mengaku sempat kesulitan saat memerankan karakter Vionika karena sangat berbeda dengan karakter Monica yang sebelumnya sudah melekat pada dirinya.
“Monica ke Vionika, jujur agak sulit di awal. Sutradara di sini sangat membantu dan seringkali mengingatkan kadang sampai pernah mengulang atau retake tiga kali,” ucap Anjani.
“Karakter Monika itu udah lekat banget sama diri aku. Lalu, berubah drastis saat memerankan Vionika,” sambungnya.
Ia bahkan mengaku sempat kebingungan saat menjalani adegan sebagai dokter di ruang UGD.
“Misalnya saat jadi dokter aku masuk ke ruang UGD, sama sekali nggak paham dengan alat-alat yang ada disitu,” jelasnya sembari tersenyum.
Anjani juga menyebut kehadiran Teuku Ryan dan Djihan Ranti membuat suasana syuting menjadi lebih ramai dan hidup.
“Kedatangan Teuku Ryan dan Djihan Ranti bikin ramai dan basecamp jadi lebih hidup,” cetus Anjani Dina.
Sementara itu, Teuku Ryan mengungkap tantangan baru saat memerankan Oscar yang berprofesi sebagai pengacara.
Menurutnya, karakter tersebut sangat berbeda dari peran-peran sebelumnya yang identik dengan sosok ustaz.
“Aku jadi pengacara dan bahasanya enggak bisa kita sederhanakan begtu saja,” ujarnya.
“Biasanya saya jadi ustaz harus menghafalkan surat-surat dalam Al-Qur’an, di sini jadi pengacara minimal harus tahu pasal-pasal di KHUP,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Sinetron-Istiqomah-Cinta-Makin-Seru-Teuku-Ryan-Akui-Tertantang-Perankan-Pengacara.jpg)