Tragedi PETI di Sarolangun
Tragedi Tambang Emas di Sarolangun, Kapolres Pimpin Evakuasi
Longsor pada kawasan penambangan emas tanpa izin (PETI) terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Limun, Sarolangun, Selasa (20/1).
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Heri Prihartono
Ringkasan Berita:Longsor di lokasi tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Limun, Sarolangun, menewaskan delapan pekerja dan melukai empat orang lainnya.Kapolres Sarolangun turun langsung ke lokasi untuk memimpin evakuasi dan memastikan kondisi di lapangan.
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Longsor diduga di kawasan penambangan emas tanpa izin (PETI) menewaskan delapan orang pekerja dan melukai empat lainnya.
PETI adalah kegiatan eksplorasi, ekstraksi, atau pengolahan emas yang dilakukan oleh individu, sekelompok orang, atau perusahaan tanpa memiliki legalitas resmi dari pemerintah.
Bahaya utama dari PETI adalah tingginya risiko tanah longsor dan runtuhnya lubang tambang akibat pengabaian standar teknik keselamatan serta kerusakan struktur tanah.
Peristiwa longsor terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Selasa (20/1) sekitar pukul 17.00 WIB, saat aktivitas pendulangan masih berlangsung di tengah hujan deras.
Peristiwa tragis itu terjadi ketika para pekerja tengah melakukan aktivitas mendulang emas atau yang dikenal warga setempat sebagai “nebeng” di dasar lubang galian.
Tebing tambang yang curam tiba-tiba runtuh akibat kondisi tanah yang labil usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri.
Hingga Rabu pagi (21/1/2026), delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara empat orang lainnya berhasil dievakuasi dengan kondisi luka-luka. Seluruh korban telah dibawa ke rumah duka masing-masing untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendy Oktariansyah membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya turun langsung ke lokasi guna memimpin proses evakuasi serta memastikan situasi tetap terkendali.
“Sampai saat ini, ada 12 korban yang terdata, terdiri dari delapan orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka,” ujar AKBP Wendy saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, proses pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan karena adanya informasi kemungkinan masih terdapat pekerja lain yang tertimbun material longsor.
Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan jumlahnya secara pasti.
“Kami masih melakukan evakuasi dan validasi data di lapangan. Pagi ini kami turun langsung ke lokasi PETI untuk memastikan seluruh korban tertangani dan situasi aman,” katanya.
Tragedi ini kembali menyoroti bahaya aktivitas PETI yang kerap berlangsung tanpa standar keselamatan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Baca juga: Longsor di Lokasi Diduga PETI Sarolangun, Delapan Pekerja Tewas dan Empat Luka-luka
| 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun Awal Tahun Ini sementara Pemilik Kabur |
|
|---|
| Identitas 4 Pekerja Tambang Emas Ilegal yang Tewas di Sarolangun |
|
|---|
| 2 Warga Sumsel dan 1 Warga Bengkulu Tewas Dalam Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun |
|
|---|
| Lagi, Tambang Emas Ilegal di Sarolangun Makan Korban, 4 Pekerja Tewas |
|
|---|
| Pemilik Lahan PETI di Sarolangun Kabur setelah 8 Orang Tewas Terkubur Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Lokasi-PETI-Sarolangun-nw.jpg)