Idulfitri 1447 H
Niat dan Waktu Puasa Syawal 6 Hari Menurut Pendapat Ulama
Para ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari.
TRIBUNJAMBI.COM - Umat Islam saat ini masih merayakan momen Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada 21 Maret 2026.
Di bulan Syawal, terdapat amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu puasa Syawal.
Para ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah selama bulan Syawal.
Puasa ini dapat mulai dikerjakan sejak tanggal 2 Syawal, karena pada tanggal 1 Syawal umat Islam diharamkan berpuasa.
Mengutip kemenag.go.id, sebagian umat Muslim melanjutkan ibadah puasa setelah Idulfitri dengan menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).
Keutamaan besar juga dijelaskan oleh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain berikut ini:
Artinya, “Keempat adalah (puasa sunah enam hari di bulan Syawal) berdasarkan hadits, ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu mengiringinya dengan enam hari puasa di bulan Syawal, ia seakan puasa setahun penuh.’ Hadits lain mengatakan, puasa sebulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan. Semua itu seakan setara dengan puasa (wajib) setahun penuh’. Keutamaan sunnah puasa Syawal sudah diraih dengan memuasakannya secara terpisah dari hari Idul Fitri. Hanya saja memuasakannya secara berturut-turut lebih utama. Keutamaan sunnah puasa Syawal luput seiring berakhirnya bulan Syawal. Tetapi dianjurkan mengqadhanya,” (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain, Al-Maarif, Bandung, Tanpa Tahun, Halaman 197).
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan puasa Syawal idealnya dimulai segera setelah Idulfitri, yakni tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Namun demikian, jika dilakukan tidak berurutan atau di luar tanggal tersebut, seseorang tetap memperoleh keutamaan puasa Syawal seperti berpuasa setahun penuh.
Bahkan, orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nazar di bulan Syawal juga bisa mendapatkan keutamaan serupa.
Hal ini diperkuat oleh keterangan Ibrahim al-Baijuri berikut:
Artinya: “Puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadhan-seperti diingatkan sebagian ulama muta’akhirin-. Tetapi yang jelas-seperti dikatakan sebagian ulama-seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syawal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar (di bulan Syawal),” (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri ‘alâ Syarhil ‘Allâmah Ibni Qasim, Darul Fikr, Juz I, Halaman 214).
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka puasa Syawal dapat dimulai pada Minggu, 22 Maret 2026.
| Adab Bertamu saat Silaturahmi Idulfitri agar Kebersamaan Tetap Terjaga |
|
|---|
| Salat Id di Sukoharjo Terpaksa Batal Demi Keselamatan, Panitia Diancam |
|
|---|
| Pesan Idulfitri 1447 H dari Reruntuhan Gaza, Presiden Palestina Serukan Ini |
|
|---|
| Presiden Prabowo Beri 'THR' ke Penyintas Banjir Aceh Usai Salat Idulfitri |
|
|---|
| Klarifikasi Polemik Salat Id Sukoharjo Batal: Kades Minta Maaf Atas Kegaduhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ilustrasi-Puasa-222024.jpg)