Berita Jambi
Eks Napiter M Rofiq, Cerita Perjalanan Keluar dari Paham Radikal
Eks Napiter M Rofiq menceritakan pengalamannya terpapar radikalisme dan berharap tidak ada warga Jambi lain yang mengalaminya.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Eks narapidana terorisme, M Rofiq, menceritakan perjalanan dirinya terpapar paham radikalisme sejak 2017.
Sebelum itu, ia pernah bekerja sebagai pegawai harian lepas (PHL) di lingkungan Densus 88.
Kesaksian tersebut ia sampaikan dalam sosialisasi bertema Teguhkan Komitmen Tolak IREK (Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme) yang digelar di Lantai 3 Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (2/2/2026).
Rofiq menegaskan bahwa paham radikalisme dapat menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang.
“Tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terpapar paham ini. Saya mondok di Wali Barokah Karawang pada 2005,” ujarnya.
Ia sependapat dengan Staf Ahli II Gubernur Jambi bahwa paham radikalisme bersifat eksklusif dan tidak mau menerima perbedaan. Menurutnya, orang yang terpapar paham tersebut cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
“Tidak mau berbaur dengan masyarakat itu salah satunya. Juga ekstremisme yang membuat seseorang memaksa orang lain untuk sama seperti dirinya.
Jika tidak sama, akan muncul tindakan kekerasan,” jelasnya.
Rofiq kemudian menguraikan sejumlah ciri paham radikal, di antaranya penempatan hukum Tuhan sebagai satu-satunya hukum yang sah menurut kelompok tersebut.
Siapa pun yang tidak mengikuti pemahaman itu akan dianggap kafir.
“Ini salah satu paham radikalisme yang pernah saya alami. Bapak-bapak semua di sini dahulu dianggap kafir oleh pemahaman itu, karena dianggap mengajarkan hal di luar Islam,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pemikiran tersebut merupakan kekeliruan yang dulu ia anut.
Setelah banyak belajar dan membaca, ia memahami bahwa pemikiran tersebut bertentangan dengan nilai ajaran Islam.
Perubahan itu membuat dirinya kembali mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menegaskan bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman, merujuk pada pandangan ulama dan kisah Rasulullah ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah.
| BPS : Ekspor-Impor Jambi Turun, Sektor Pertambangan Dominan |
|
|---|
| Provinsi Jambi Miliki Peran sebagai Pionir Pertumbuhan Hijau Nasional |
|
|---|
| Peringati Otoda dan Hardiknas, Al Haris Dorong Pendidikan Berkualitas |
|
|---|
| Pelaku Curanmor di Jambi Selatan Ditangkap, Motor Ditawarkan di Facebook |
|
|---|
| Gubernur Al Haris Tinjau Banjir di Merangin, Salurkan Bantuan dan Janjikan Perahu Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/M-Rofiq-2.jpg)