Berita Tebo
Pemkab Tebo Targetkan 8 Brigade Pangan Aktif hingga Akhir 2025
Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pertanian menargetkan pembentukan delapan Brigade Pangan (BP) hingga akhir 2025
Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pertanian menargetkan pembentukan delapan Brigade Pangan (BP) hingga akhir 2025.
Program ini digagas untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur serta mendorong swasembada pangan di wilayah setempat.
Kepala Dinas Pertanian Tebo, Ziadi, menjelaskan bahwa Brigade Pangan berfungsi sebagai tim pengolah lahan yang tidak dikelola pemiliknya.
Dengan sistem bagi hasil, BP diharapkan dapat memaksimalkan produksi pertanian sekaligus menjaga pendapatan petani.
“Ketika pemilik lahan tidak mampu menggarap lahan, BP turun mengerjakan, artinya lahan tidak dibiarkan tidur, pendapatan tetap diperoleh,” kata Ziadi.
Program ini melibatkan lintas sektor, mulai pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, lembaga swadaya masyarakat, komunitas petani, hingga relawan pangan.
Anggota BP diutamakan berusia di bawah 40 tahun atau memiliki keahlian khusus di bidang pertanian.
Hingga saat ini, dua Brigade Pangan yang terbentuk pada 2024 sudah dilengkapi peralatan pertanian dan beroperasi di Kecamatan Tebo Tengah dan Tebo Ulu.
Lima BP lainnya telah selesai dibentuk, sementara satu BP lagi masih dalam tahap finalisasi.
Untuk melengkapi sarana kerja, Pemkab Tebo juga mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian.
“Saya menunggu kabar baik dari pusat, semoga niat ini segera disetujui,” ujar Ziadi, Kamis (11/9/2025).
Peralatan yang sudah dimiliki dua BP aktif antara lain empat unit traktor dua roda, dua unit traktor empat roda, dua unit rotator, dua mesin tanam padi, dua combine harvester, serta empat pompa air berkapasitas 4-6 inci.
Program BP diharapkan mampu menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda Tebo.
Baca juga: Tak Lagi Jadi Anggota DPR RI, Uya Kuya Tinggalkan Jakarta dan Ajak Istri ke Jawa Timur
Baca juga: Berapa Kali Pencairan BSU Rp 600 ribu? Cek Fakta Pencairan September 2025
Baca juga: Kejamnya Ikbal Bunuh Istri dan Anak, Postingan Maaf di Medsos Lalu Akhiri Hidup
| Anak 12 Tahun di Tebo Terseret Arus saat Mandi di Sungai Batanghari |
|
|---|
| Aktivitas Tambang Ilegal Cemari Rivera Park, Ancam Wisata dan Lingkungan |
|
|---|
| Warga Resah Aktivitas PETI di Teluk Langkap Semakin Merajalela |
|
|---|
| Daftar 65 Pejabat Eselon II, III dan IV di Tebo yang Dilantik Bupati Agus Rubiyanto |
|
|---|
| Warga Tebo Terpeleset dan Jatuh ke Sungai Batanghari saat Tunggu Perahu untuk Menyeberang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-Tebo-Ziadi237.jpg)