Makan Bergizi Gratis
Nanik Deyang Kabur Hindari Wartawan, Komitmen Kepala BGN Soal MBG Digugat MTI
Kepala BGN, Nanik S Deyang kedapatan menghindari cecaran wartawan di Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026)
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:MTI Kritik Sikap Nanik S Deyang
- MTI kritik Kepala BGN Nanik Deyang karena hindari wartawan usai rapat anggaran di DPR.
- Nanik menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai jubir lalu pergi lewat pintu belakang.
- Sikap tertutup Nanik dinilai ironis mengingat dirinya memiliki latar belakang eks wartawan.
- BGN tengah disorot akibat kasus korupsi markup motor listrik MBG senilai Rp1,1 triliun.
- Lima tersangka telah ditahan Kejagung, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana.
TRIBUNJAMBI.COM - Sikap tertutup yang ditunjukkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, dalam agenda perdana pertemuannya bersama parlemen memicu kritik tajam dari koalisi sipil.
Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) secara terbuka menggugat komitmen transparansi pimpinan baru tersebut setelah ia kedapatan menghindari cecaran wartawan di Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026).
Direktur Eksekutif MTI, Ahmad Jilul Q Farid, menilai sikap bungkam Nanik sangat kontradiktif dengan harapan publik.
Mengingat, masyarakat tengah menanti jawaban konkret atas sengkarut dugaan korupsi megaproyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang diusut oleh aparat penegak hukum.
"Kalau Nanik Deyang memang sosok reformis dan unsur baru yang bersih dari kebobrokan lama, semestinya dia berani menghadapi wartawan, bukan lari dan berlindung di balik orang lain."
"Reformasi diuji justru pada saat pertanyaannya paling tidak nyaman, dan di situ Kepala BGN gagal pada kesempatan pertamanya," tegas Jilul kepada Tribunnews, Rabu (17/6/2026).
Gunakan Wakil Kepala BGN Sebagai Tameng Akuntabilitas
Insiden tersebut pecah sesaat setelah Nanik menghadiri rapat tertutup bersama Komisi IX DPR RI yang membahas pagu anggaran BGN tahun 2027.
Alih-alih memberikan keterangan substantif mengenai hasil rapat anggaran raksasa tersebut, Nanik S Deyang justru mendadak menunjuk Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebagai juru bicara resmi untuk menghadapi awak media.
Baca juga: Tagihan Dapur MBG Triliunan Rupiah Memanas, Kepala BGN Nanik: Masalah Teknis
Baca juga: Intelijen AS: Iran Kuasai De Facto Hormuz, Miliki Senjata Lebih Ngeri dari Nuklir
"Jadi Bu Arum (Agustina Arumsari) sudah ditunjuk di depan DPR menjadi jubir BGN," ucap Nanik singkat kepada wartawan yang telah menunggunya di luar ruang rapat.
Setelah melempar pernyataan pendek itu, Nanik langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi melalui jalur evakuasi atau pintu belakang gedung dewan.
Akibatnya, rentetan pertanyaan krusial dari jurnalis mengenai masa depan anggaran MBG, nasib proyek pengadaan motor listrik, hingga rencana perubahan volume penerima manfaat tahun 2027 sama sekali tidak mendapatkan respons dari sang pimpinan tertinggi.
MTI menegaskan mendelegasikan komunikasi kepada juru bicara adalah hal yang lumrah.
Namun, tindakan Nanik yang langsung pergi dinilai sebagai upaya melarikan diri dari tanggung jawab strategis yang tidak bisa diwakilkan.
"Menunjuk juru bicara itu wajar dan memang disarankan DPR. Yang tidak wajar adalah cenderung menjadikannya tameng. Nanik mengarahkan semua pertanyaan kepada Arumsari, lalu dia sendiri pergi lewat pintu belakang. Tanggung jawab pimpinan tidak bisa didelegasikan dalam hitungan jam kepada orang yang baru saja diberi jabatan," semprot Jilul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260617-Kolase-foto-Nanik-S-Deyang-Kepala-BGN.jpg)