AS vs Iran
Sistem Peringatan Dini AS di Bahrain Diduga Meledak Dihantam Rudal Iran
Jika laporan ini terverifikasi, manuver IRGC menandai pergeseran doktrin perang yang sangat krusial di Timur Tengah.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Rudal balistik IRGC Iran diduga hantam radar peringatan dini AS di Bahrain.
- Data OSINT tunjukkan kepulan asap di Jabal ad Dukhan, pusat sensor Selat Hormuz.
- Serangan ini ubah taktik Iran, kini incar sistem informasi pertahanan udara AS.
- Kerusakan radar dapat picu "titik buta" navigasi militer Washington di Teluk.
- CENTCOM dan Bahrain belum rilis konfirmasi; tensi di Markas Armada Ke-5 meroket.
TRIBUNJAMBI.COM – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk dilaporkan memasuki fase baru yang sangat berbahaya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diduga kuat telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menyasar langsung pangkalan radar peringatan dini strategis milik militer AS di Jabal ad Dukhan, Bahrain.
Melansir laporan dari situs analisis dunia militer, Defense Security Asia (DSA) pada Jumat (12/6/2026), dugaan serangan ini mencuat setelah sejumlah citra intelijen sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) beredar luas pada Kamis (11/6/2026).
Dokumentasi satelit dan geolokasi tersebut memperlihatkan adanya kepulan asap tebal yang membubung dari kawasan perbukitan yang diyakini menjadi lokasi instalasi radar pemantau milik Washington.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Bahrain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), maupun Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manama masih memilih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi terkait tingkat kerusakan maupun korban jiwa.
Jika laporan ini terverifikasi, manuver IRGC menandai pergeseran doktrin perang yang sangat krusial di Timur Tengah.
Iran kini mulai menerapkan strategi baru yang jauh lebih mematikan dengan tidak lagi sekadar mengincar pangkalan militer atau aset tempur konvensional milik Pentagon yang tersebar di wilayah Teluk.
"Sasaran yang dipilih bukan lagi sekadar pangkalan militer atau aset tempur, melainkan sistem sensor dan peringatan dini yang menjadi bagian penting dari jaringan pertahanan regional Washington di kawasan Teluk," tulis ulasan mendalam DSA.
Baca juga: Detik-detik Trump Batalkan Rudal ke Iran, Klaim Damai Berujung Saling Sanggah
Baca juga: Warga Jambi Protes Pertamax Naik, Seskab Teddy: Di Indonesia Jauh Lebih Murah
Menciptakan 'Titik Buta' di Selat Hormuz
Fasilitas radar di Jabal ad Dukhan bukanlah instalasi sembarangan.
Berdiri di titik tertinggi geografis Bahrain, radar ini memegang peran vital dalam memantau seluruh lalu lintas udara dan maritim di sekitar Selat Hormuz serta Teluk Arab yang menjadi jalur utama pasokan energi dunia.
Para analis militer memperingatkan bahwa upaya IRGC
melumpuhkan sistem sensor ini sengaja dirancang untuk menciptakan "blind spot" atau titik buta sementara bagi jaringan pertahanan udara AS.
Dampaknya sangat fatal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260613-Kepulan-asap-di-Bahrain-diduga-akibat-rudal-Iran.jpg)