Berita Viral
Tagihan Dapur MBG Triliunan Rupiah Memanas, Kepala BGN Nanik: Masalah Teknis
Aksi protes itu bahkan sempat berlangsung panas. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa orang meluapkan emosi di lobi kantor BGN
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas setelah sejumlah pihak yang mengaku sebagai investor dan pelaku usaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kedatangan mereka pada Senin (8/6/2026) bukan tanpa alasan. Para investor mengaku kecewa karena proyek pembangunan dapur MBG yang telah mereka biayai dengan dana pribadi hingga miliaran rupiah belum mendapatkan kejelasan operasional maupun pembayaran yang dijanjikan.
Aksi protes itu bahkan sempat berlangsung panas. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa orang meluapkan emosi di lobi kantor BGN sambil menuntut bertemu langsung dengan Kepala BGN, Nanik S. Deyang.
Sejumlah investor yang datang dari berbagai daerah mengaku telah mengeluarkan modal besar untuk membangun dapur MBG, termasuk di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
Namun setelah berbulan-bulan berjalan, mereka mengklaim belum memperoleh kepastian terkait keberlanjutan program maupun pencairan dana yang dijanjikan pemerintah.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala BGN Nanik S Deyang memastikan tidak ada persoalan mendasar terkait pendanaan Program MBG.
Baca juga: 2 Wanita dan 1 Pria Jadi Buronan Polda Jambi Terkait Kasus 58 Kg Sabu, Rekan Alung?
Baca juga: Tahu Harga Pertamax Naik, Pengendara Motor di Jambi Pilih Tutup Tangki dan Pindah ke Pertalite
Menurutnya, pemerintah telah mulai mencairkan dana operasional bagi sejumlah SPPG sejak pekan lalu.
"Tadi kalau enggak salah kami dapat laporan Rp5 triliun dicairkan hari ini. Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja," kata Nanik saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Nanik menjelaskan bahwa sebagian dana operasional untuk pelaksanaan Program MBG sudah mulai dicairkan pada Jumat (5/6/2026). Proses pencairan juga kembali dilakukan pada Senin (8/6/2026).
Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan adanya masalah dalam pelaksanaan program tersebut.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan para investor.
Salah satu pemasok bahan makanan untuk dapur MBG asal Sumatera Utara, Helma Sirait, mengaku hingga kini masih menunggu pembayaran yang belum diterima.
"Itu kemarin dari tanggal 12 bulan tiga ke dapur Narumonda, terus tanggal 14 bulan tiga, sampai hari ini enggak dibayar, besarannya Rp120 juta," ujarnya.
Helma mengaku bukan satu-satunya pihak yang mengalami persoalan serupa. Menurutnya, banyak pelaku usaha di daerah yang telah mengeluarkan biaya operasional cukup besar untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar aktivitas pelayanan gizi kepada masyarakat tidak terganggu.
| Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan Amerika di 3 Negara Sekaligus, Timur Tengah di Ambang Perang Besar |
|
|---|
| Bansos Bakal Cair Rp5,4 Juta per Orang, Luhut Ungkap Skema Baru Pemerintah |
|
|---|
| Presiden Prabowo Tak Mau Tutupi Nama Besar di Kasus MBG, Semua Harus Bertanggung Jawab |
|
|---|
| AHY Ikut Terseret dalam Isu Korupsi MBG, Partai Demokrat Langsung Bereaksi Keras |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Ojol Belum Nikmati Potongan Aplikator 8 Persen, Pengamat: Picu Kemarahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Nanik-1162026.jpg)