Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Iran Mengamuk usai Diserang AS, Pangkalan Udara Amerika di Kuwait Jadi Sasaran

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke pangkalan

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Tribunjambi.com/ist
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk, Kamis (28/5/2026) dini hari waktu setempat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk, Kamis (28/5/2026) dini hari waktu setempat.

Serangan itu disebut sebagai respons langsung atas operasi militer Amerika yang sebelumnya menghantam lokasi peluncuran drone Iran di Bandar Abbas, wilayah selatan Iran.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip media Iran Tasnim, IRGC menyebut pangkalan udara Amerika yang dianggap menjadi sumber serangan terhadap Bandar Abbas telah dijadikan target operasi militer pada pukul 04.50 pagi waktu setempat.

“Setelah agresi militer Amerika terhadap lokasi di sekitar Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara AS yang menjadi sumber serangan telah kami serang,” demikian pernyataan IRGC.

Meski demikian, pihak Iran belum mengungkap lokasi pasti pangkalan militer Amerika yang menjadi sasaran.

Di saat hampir bersamaan, Kuwait yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat mengaku sistem pertahanan udaranya sedang menghadapi serangan rudal dan drone.

Baca juga: Terkuak Modus Pimpinan Padepokan Cabuli Santriwati di Pekalongan, Korban Diduga Lebih dari 20 Orang

Baca juga: Awal Juni 2026 Pencairan Gaji ke-13 ASN, Berapa Nominalnya untuk Pensiunan?

Militer Kuwait melalui akun resminya di platform X menyebut sistem pertahanan mereka aktif mencegat ancaman udara yang datang pada Kamis pagi.

“Sistem pertahanan udara Kuwait sedang menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak musuh,” tulis pihak militer Kuwait.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap aksi militer tambahan dari Amerika akan dibalas dengan respons yang lebih keras.

Sebelumnya, Amerika Serikat diketahui melancarkan operasi militer baru di wilayah Iran selatan menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang mengancam akan “menyelesaikan pekerjaan” bila Teheran menolak kesepakatan damai.

Media Iran melaporkan tiga ledakan keras terdengar di kawasan pelabuhan Bandar Abbas pada Rabu malam.

Pejabat AS mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah pasukan Amerika mendeteksi ancaman drone Iran di sekitar Selat Hormuz.

Menurut mereka, empat drone serang Iran berhasil ditembak jatuh sebelum sempat diluncurkan.

“Pasukan AS juga menyerang pusat kendali darat Iran di Bandar Abbas yang diduga akan meluncurkan drone kelima,” kata pejabat AS kepada AFP.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyebut operasi itu dilakukan sebagai tindakan pembelaan diri.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved