Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel Vs Lebanon

Mediterania Memanas: Israel Perluas Garis Kuning dan Bombardir Lebanon

IDF meluncurkan gelombang serangan udara beruntun yang menghantam sejumlah kota dan desa strategis di wilayah Nabatieh, Minggu (24/5/2026). 

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
BOMBARDIR - Kolase foto Benjamin Netanyahu dan serangan Israel ke Lebanon. Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon Selatan kembali membara dengan adanya serangan dari pasukan Pertahanan Israel (IDF). IDF dilaporkan meluncurkan gelombang serangan udara beruntun yang menghantam sejumlah kota dan desa strategis di wilayah Nabatieh pada Minggu (24/5/2026).  

Ringkasan Berita:Israel Bombardir Lebanon
  • IDF gempur wilayah Nabatieh, Lebanon Selatan; sedikitnya 3 orang tewas.
  • Serangan udara dilakukan usai Israel rilis peringatan evakuasi massal warga.
  • Israel luaskan "Garis Kuning" untuk batasi kepulangan warga ke perbatasan.
  • Serangan diklaim sebagai respons atas dugaan pelanggaran oleh Hizbullah.
  • PM Netanyahu perintahkan militer perhebat serangan meski ada gencatan senjata AS.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon Selatan kembali membara dengan adanya serangan dari pasukan Pertahanan Israel (IDF).

IDF dilaporkan meluncurkan gelombang serangan udara beruntun yang menghantam sejumlah kota dan desa strategis di wilayah Nabatieh pada Minggu (24/5/2026). 

Operasi ofensif ini memaksa ribuan warga sipil mengungsi setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi darurat.

Berdasarkan rekaman video dan laporan lapangan dari media lokal Lebanon, pemboman massal tersebut memicu kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit, dibarengi suara dentuman ledakan keras yang menggetarkan kawasan pemukiman. 

Data sementara mencatat sedikitnya tiga orang tewas di tempat dan puluhan infrastruktur bangunan dilaporkan hancur total akibat terjangan rudal.

Sebelum jet tempur memuntahkan bom, pihak IDF mengklaim telah menyebarkan ultimatum tertulis agar warga di beberapa titik, termasuk Mashghara, Deir al-Zahrani, al-Sharqiya, hingga Nabatieh al-Tahta, segera mengosongkan wilayah mereka karena statusnya telah berubah menjadi zona target militer.

Baca juga: Setelah Ditahan Israel, 9 WNI Akhirnya Kembali ke Indonesia Disambut Seruan Solidaritas

Baca juga: Kejagung Bongkar Siasat Eks Anggota Ombudsman dalam Kasus Korupsi CPO

Zonasi 'Garis Kuning' dan Pelanggaran Gencatan Senjata

Langkah perimeter militer Israel kali ini dinilai jauh lebih agresif. 

Bersamaan dengan operasi udara yang masif, Tel Aviv dilaporkan mulai memperluas kontrol keamanan darat mereka di Lebanon Selatan melalui koridor taktis yang disebut Garis Kuning. 

Zona ini membatasi secara ketat pergerakan warga sipil Lebanon yang berniat kembali ke rumah mereka di area dekat perbatasan.

Pemerintah Israel berkukuh serangan destruktif ini merupakan langkah balasan yang sah atas rentetan dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang dituduhkan kepada kelompok Hizbullah.

Perintah Tegas Netanyahu: Tingkatkan Serangan

Kendati kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) secara de jure masih berlaku di atas kertas, realita di lapangan justru menunjukkan arah sebaliknya. 

Pemimpin tertinggi Israel memastikan bahwa pasukannya tidak akan menahan diri dari tindakan ofensif.

"Saya telah memerintahkan IDF untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Hizbullah meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih berlaku," tegas Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tanpa kompromi.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved