Berita Viral
Sempat Hilang saat Akad, Briptu Alim Datangi Rumah Anisa Usai digugat Rp 400 Juta
Setelah digugat Rp400 juta karena tidak hadir saat akad nikah, Briptu Alim akhirnya menemui keluarga calon istrinya, Anisa, untuk menyampaikan niat
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Setelah digugat Rp400 juta karena tidak hadir saat akad nikah, Briptu Alim akhirnya menemui keluarga calon istrinya, Anisa, untuk menyampaikan niat melanjutkan pernikahan.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Anisa pada Sabtu (23/5/2026) sore dan menjadi momen penting setelah polemik batalnya akad nikah yang sempat viral.
Kehadiran pihak Briptu Alim turut didampingi jajaran internal kepolisian, salah satunya Kanit Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Iptu Herry Rinsampessy.
Ia menjelaskan, kehadirannya bertujuan untuk menyaksikan secara langsung proses klarifikasi dari pihak Briptu Alfandi kepada keluarga calon mempelai perempuan.
Dalam pertemuan tersebut, Briptu Alim disebut telah menyampaikan komitmennya untuk tetap melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
"Fandi mau melanjutkan pernikahan dan dia siap mencintai Nisa dan mau menjaga," ujar Iptu Herry.
Baca juga: Nasib Bodyguard Nathalie Holscher Pasca Ditembak, Pelaku Diduga Polisi: Tolong Mana Keadilannya!
Baca juga: Tragedi Tembak-tembakan di Dekat Gedung Putih AS: Eks Pasien RSJ Nyaris Lumpuhkan Trump
Meski demikian, pihak kepolisian memahami adanya trauma yang mungkin dialami oleh Anisa akibat peristiwa sebelumnya.
Karena itu, keputusan akhir terkait kelanjutan pernikahan sepenuhnya diserahkan kepada pihak Anisa, yang dijadwalkan akan memberikan jawaban pada Minggu (24/5).
Terkait simpang siur alasan batalnya akad nikah sebelumnya, Iptu Herry menyampaikan bahwa berdasarkan informasi keluarga, Briptu Alfandi tengah mengalami stroke ringan.
Kondisi tersebut disebut membuatnya harus menjalani perawatan rutin setiap Senin dan Kamis.
Secara administratif, Iptu Herry memastikan bahwa surat izin menikah dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sebenarnya telah dikantongi Briptu Alfandi sebelum jadwal pernikahan berlangsung.
Mengenai adanya perbedaan tanggal pada surat keterangan dokter dengan hari pelaksanaan akad, ia mengaku belum menelaah dokumen itu secara rinci, namun tetap berpegang pada keterangan yang disampaikan pihak keluarga.
Meski sudah ada upaya damai dan niat untuk memperbaiki keadaan, Iptu Herry menegaskan bahwa proses pembinaan terhadap Briptu Alfandi tetap akan dilakukan.
Langkah tersebut diambil karena polemik yang mencuat telah berdampak pada citra institusi, khususnya Densus 88 Antiteror.
"Nama institusi tetap akan ada pembinaan sebagai anggota, mau disiplin atau apa itu nanti dari pimpinan," tegas Iptu Herry.
| Nasib Bodyguard Nathalie Holscher Pasca Ditembak, Pelaku Diduga Polisi: Tolong Mana Keadilannya! |
|
|---|
| Pernikahan Berdarah, Ibu Pengantin Ditusuk Mantan Suami di Atas Panggung, Para Undangan Heboh |
|
|---|
| Update Kabar Mobil di atas 1.400 cc Tak Bisa Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Pertamina Beri Penjelasan |
|
|---|
| Napi Narkoba Jambi Ditangkap Usai 9 Tahun Buron, Kabur saat Tembok Lapas Jebol |
|
|---|
| Viral Pria Pura-pura Tawarkan Obat lalu Jambret Tas Ibu-Ibu di Kota Baru Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Briptu-Alim-akhirnya-menemui-keluarga-calon-istrinya-Anisa.jpg)