Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Firasat dan Pesan Terakhir Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Jalur Jambi-Palembang

Sambil menahan tangis, Anwaruddin mengenang percakapan emosional dengan Aldi sebelum keberangkatan menggunakan Bus ALS.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
(Sripoku / Tribun Sumsel)
KERANGKA BUS - Salah seorang pengguna jalan yang sengaja berhenti untuk mengabadikan bangkai bus ALS dan tangki yang terbakar di Jalinsum Muratara. Menurut Anwaruddin, Aldi sempat meminta dirinya untuk tidak lagi merantau demi bekerja jauh dari keluarga. INSERT: Anwaruddin, ayah dari Aldi (26), korban tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di Karang Jaya, Muratara sempat berkomunikasi dipesankan jangan di rumah saja. 

Ringkasan Berita:Kecelakaan Maut di Jalur Jambi-Palembang
  • Aldi, istri, dan anaknya tewas terbakar dalam Bus ALS jalur Jambi-Palembang.
  • Korban sempat kirim pesan mengeluh bus mogok dan keluar asap di jalan.
  • Ayah korban pastikan anaknya jadi korban usai cocokkan pelat bus di video HP.
  • Pesan terakhir korban meminta ayahnya berhenti merantau dan tinggal di rumah.
  • Keluarga tuntut PO ALS tanggung jawab karena operasikan bus tua tak layak jalan.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Isak tangis pecah di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang saat Anwaruddin menceritakan komunikasi terakhir dengan putranya, Aldi Sulistiawan (26). 

Aldi menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki yang merenggut nyawa satu keluarga kecil; dirinya, sang istri Rani (24), dan putri mereka yang masih balita, Bela (20 bulan).

Tragedi yang terjadi di Jalinsum Muratara, Sumatera Selatan arah Provinsi Jambi pada Rabu (6/5/2026) tersebut menyisakan luka mendalam dan deretan firasat yang kini menjadi kenangan pahit bagi sang ayah.

Sambil menahan tangis, Anwaruddin mengenang percakapan emosional dengan Aldi sebelum keberangkatan. 

Putranya itu seolah memberikan isyarat agar ayahnya tetap berada di dekatnya.

"Saya sangat miris kalau ingat. Dia bilang, 'Bapak jangan ke mana-mana, tidak usah merantau-merantau lagi, di rumah saja'. Saking sayangnya dia sama saya," kenang Anwaruddin saat ditemui pada Jumat (8/5/2026). 

Kalimat tersebut kini dirasakan Anwaruddin sebagai pesan perpisahan yang begitu membekas.

Keluhan Bus Rusak dan Detik-Detik Penentuan

Selama perjalanan darat menuju Pekanbaru yang melintasi jalur Jambi-Palembang tersebut, Aldi terus memberikan kabar kepada ayahnya. 

Baca juga: Kesaksian Dokter Forensik soal Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki

Baca juga: Kapolda Jambi Pimpin Apel Skala Besar, Atensi Khusus Balap Liar Malam Minggu

Namun, kabar yang dikirimkan justru berupa keluhan mengenai kondisi bus yang tidak prima.

"Dia sempat chat saya, bilang mobil itu mogok setelah lewat Baturaja. Katanya bodi belakang itu sudah keluar asap. Berhenti sekitar jam 4 sore, dan baru jalan lagi sekitar jam 11 atau 12 malam setelah diperbaiki," tuturnya. 

Keluhan tersebut menunjukkan adanya masalah teknis serius pada armada bernomor polisi BK-7778-DL itu jauh sebelum tabrakan terjadi.

Verifikasi Lewat Rekaman Video Pribadi

Anwaruddin pertama kali mencium firasat buruk saat menyaksikan berita kecelakaan di televisi. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved