Berita Naional
Said Didu: Kelompok Termul dan Jokower Ingin Makzulkan Presiden Prabowo
Said menggunakan istilah Termul dan Jokower untuk merujuk pada kelompok yang menurutnya merasa terusik oleh kebijakan Presiden Prabowo.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Isu Pemakzulan Presiden Prabowo
- Said Didu sebut loyalis Jokowi (Termul) sebenarnya yang inginkan pemakzulan Prabowo Subianto.
- Kebijakan Presiden Prabowo tertibkan oligarki memicu kemarahan kelompok pendukung lama.
- Didu soroti Dudung Abdurachman & Hasan Nasbi sebagai loyalis Jokowi di ring satu.
- Mengaku frustrasi karena gaya politik Prabowo yang terlalu banyak berkompromi.
- Program unggulan MBG dan hilirisasi rawan ditunggangi untuk menjatuhkan Presiden.
TRIBUNJAMBI.COM – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait dinamika politik di lingkaran kekuasaan saat ini, khususnya kepemimpinan Presiden RI, PrabowoSubianto.
Dalam diskusi bertajuk "Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?" di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (7/5/2026), Said menyebut ancaman pemakzulan justru datang dari pendukung setia Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Said menggunakan istilah Termul (Ternak Mulyono) dan Jokower untuk merujuk pada kelompok yang menurutnya merasa terusik oleh kebijakan Presiden Prabowo.
Zona Nyaman Oligarki Terusik
Menurut Said Didu, gelombang ketidaksukaan kelompok tersebut dipicu oleh langkah berani Prabowo dalam menertibkan aset negara.
Ia menilai Prabowo mulai menyentuh zona nyaman para oligarki dan oknum aparat yang selama ini tidak tersentuh.
"Judul (diskusi) ini saya pikir yang paling senang dengan judulnya adalah Termul dan Jokower. Karena merekalah yang sebenarnya yang ingin memakzulkan Prabowo. Bukan orang-orang yang ada dalam ruangan ini," tegas Said Didu.
Said menambahkan bahwa kemarahan ini merupakan reaksi dari para "politisi busuk" yang selama ini berlindung di balik ketiak oligarki.
Baca juga: KPK Endus Isu Pemakzulan dan Peran Tim Delapan di Balik Kasus Bupati Sudewo
Baca juga: Waspada, Hantavirus Terdeteksi di Jakarta & Jogja, Total 23 Kasus di Indonesia
"Baru kali ini ada presiden yang berani menyentuh oligarki. Dan mereka marah semua kepada Prabowo. Karena politisi busuk berlindung di mereka. Politisi busuk berlindung di oligarki," ujarnya.
Lobi Khusus dan 'Pengepungan' di Ring Satu
Said Didu juga menyoroti komposisi orang-orang di sekeliling Prabowo yang menurutnya sarat akan titipan kepentingan rezim lama.
Ia meyakini ada lobi khusus yang sengaja menempatkan figur-figur loyalis Jokowi di ring satu kekuasaan untuk membatasi ruang gerak Presiden Prabowo.
Ia secara spesifik menyebut beberapa nama, di antaranya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi.
"Coba bayangkan ada Jokower ditempatkan dan saya yakin adalah lobi khusus yang menempatkan sekitar Prabowo. Apakah kita harus diam melihat Prabowo dikepung oleh mereka?" ungkap sosok yang pernah menjabat Staf Khusus Menteri ESDM ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260508-Kolase-foto-Jokowi-Said-Didu-dan-Presiden-Prabowo-Subianto.jpg)