Berita Internasional
Iran Semprot Austria: Tuduhan Serangan ke UEA Gegabah dan Terhasut Hoaks
Iran mendesak Pemerintah Austria untuk segera mengoreksi tuduhan yang diunggah melalui media sosial resmi mereka.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Iran desak Austria koreksi tuduhan serangan rudal ke UEA yang dianggap hoaks.
- Kedubes Iran sebut Austria terhasut propaganda dan informasi palsu di media sosial.
- Teheran bantah serang Abu Dhabi; sebut aksi militer murni untuk tangkis provokasi AS.
- Uni Emirat Arab diperingatkan karena dianggap bekerja sama dengan pihak agresor.
- Iran tegaskan hak melindungi kepentingan nasional di tengah ancaman di kawasan.
TRIBUNJAMBI.COM – Hubungan diplomatik antara Iran dan Austria memanas menyusul tuduhan serius yang dilayangkan Vienna terkait serangan rudal dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA).
Kedutaan Besar Iran di Austria bereaksi keras dengan menyebut pemerintah setempat telah bertindak gegabah dan terjerat dalam lingkaran propaganda informasi palsu atau hoaks.'
Melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita IRNA pada Kamis (7/5/2026), Kedutaan Besar Iran menyayangkan sikap beberapa negara Eropa yang dinilai terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa melakukan verifikasi faktual.
Iran mendesak Pemerintah Austria untuk segera mengoreksi tuduhan yang diunggah melalui media sosial resmi mereka.
"Beberapa negara Eropa bereaksi terlalu cepat tanpa memverifikasi laporan dan berada di bawah narasi yang menyesatkan," tulis pernyataan Kedubes Iran di Vienna.
Ketegangan ini bermula ketika Kementerian Luar Negeri Austria mengunggah pernyataan di platform X pada Rabu (6/5/2026), yang menuntut Iran segera menghentikan serangan dan mendesak dilakukannya solusi diplomatik serta deeskalasi di kawasan Teluk.
Tangkisan Teheran: Defensif Bukan Ofensif
Pihak Teheran dengan tegas membantah klaim Abu Dhabi yang menyebut wilayahnya dihujani rudal oleh Iran.
Baca juga: Saling Klaim di Hormuz: Iran Lepas Rudal, AS Bantah Kapal Perangnya Terkena
Baca juga: Kesaksian Kernet Selamat Kecelakaan di Jalintim Arah Jambi: Bus ALS Harusnya Pensiun Oktober Ini
Kedubes Iran menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata mereka tidak melakukan operasi penyerangan apa pun dalam beberapa hari terakhir.
Segala pergerakan militer yang terjadi diklaim murni sebagai upaya perlindungan diri dari provokasi Amerika Serikat.
"Setiap tindakan defensif yang diambil, semata-mata bertujuan untuk menangkis tindakan AS," tutur pihak Kedutaan.
Peringatan untuk UEA dan Kerja Sama dengan Agresor
Selain menyasar Austria, Iran juga memberikan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab.
Teheran menyoroti peningkatan tindakan provokatif pasukan AS di kawasan tersebut dan menuduh UEA telah bekerja sama dengan pihak "agresor" yang mengancam stabilitas regional.
"Pendekatan seperti itu bertentangan dengan prinsip bertetangga baik dan Piagam PBB, serta menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional Iran," bunyi pernyataan tegas tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260508-Serangan-di-Uni-Emirat-Arab.jpg)