Berita Internasional
Cibir Aktivis Flotilla, PM Israel Netanyahu: Kalian Hanya Bisa Lihat Gaza di YouTube
Operasi militer tersebut menyasar puluhan perahu sipil yang berusaha mendobrak blokade Israel atas Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Ledekan Benjamin Netanyahu
- AL Israel cegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional Mediterania.
- Netanyahu tuding aktivis sebagai pendukung Hamas dan sebut misi mereka gagal total.
- Aktivis sebut militer Israel lakukan "pembajakan" 600 mil dari pantai Gaza.
- Dilaporkan ratusan partisipan diculik dan 22 perahu disita oleh otoritas Israel.
- Meski ditekan, 33 perahu flotilla lainnya diklaim masih berlayar menuju Gaza.
TRIBUNJAMBI.COM – Ketegangan di Laut Mediterania memuncak setelah Angkatan Laut Israel melakukan operasi pencegatan keras terhadap armada sipil Global Sumud Flotilla pada Rabu (29/4/2026) malam.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mencibir upaya para aktivis internasional tersebut dan menegaskan bahwa blokade laut Gaza tidak akan tertembus.
Operasi militer tersebut menyasar puluhan perahu sipil yang berusaha mendobrak blokade Israel atas Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Benjamin Netanyahu menuding gerakan tersebut sebagai simpatisan kelompok bersenjata di Gaza dan memuji keberhasilan pasukannya dalam menghalau armada tersebut.
“Kerja bagus untuk AL kami! Saya menginstruksikan mereka untuk menghalau Flotilla, pendukung Hamas untuk mencapai pantai Gaza. Tugas itu dilakukan dengan sukses.
Tak ada satu kapal ataupun pendukung Hamas tiba di wilayah kami, tidak juga di wilayah maritim kami,” tegas Netanyahu sebagaimana dikutip dari The Times of Israel.
Netanyahu bahkan melontarkan sindiran tajam bahwa para aktivis tersebut tidak akan pernah menginjakkan kaki di tanah Gaza.
Baca juga: Menlu Sugiono: 8.000 TNI Hanya akan Bertahan Jika Diserang di Gaza
Baca juga: Target Rampung Akhir 2026, DPR Minta Buruh Masak Materi UU Ketenagakerjaan
"Mereka telah dipulangkan dan akan kembali ke negara asal mereka. Mereka akan terus menonton Gaza hanya dari YouTube," tambahnya.
Tudingan "Pembajakan" dan Penculikan
Di sisi lain, pihak Global Sumud Flotilla merilis pernyataan kontras. Mereka mengecam tindakan Israel yang dianggap sebagai aksi ilegal di perairan internasional.
Organisasi masyarakat sipil ini melaporkan bahwa serangan terjadi di titik yang berjarak lebih dari 600 mil dari Gaza, tepatnya di dekat Pulau Kreta.
Dalam siaran pers resminya, mereka menggambarkan situasi mencekam saat militer Israel mengepung kapal-kapal mereka.
“Perahu-perahu militer Israel telah mengepung secara ilegal Flotilla di perairan internasional dan mengancam dengan penculikan dan kekerasan."
"Perahu-perahu kami didekati perahu-perahu cepat militer yang mengidentifikasi diri sebagai 'Israel', membidikkan laser dan senjata serang semiotomatis memerintahkan para partisipan ke depan perahu dan mengangkat tangan dan berlutut,” tulis pernyataan tersebut.
Pihak aktivis menyebut tindakan ini sebagai bentuk "pembajakan" terhadap manusia di laut lepas.
Baca juga: Pesan Idulfitri 1447 H dari Reruntuhan Gaza, Presiden Palestina Serukan Ini
Baca juga: Harga Tiket Bus Jambi-Bandung, Ada Harga Rp400 Ribu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26032021-benjamin-netanyahu.jpg)