Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Kabar Reshuffle Kabinet, Eks KSAD Dudung Abdurachman Dipanggil ke Istana

Isu perombakan kabinet atau reshuffle di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat dan memicu beragam respons dari elite politik.

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/ist
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham 

TRIBUNJAMBI.COM – Isu perombakan kabinet atau reshuffle di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat dan memicu beragam respons dari elite politik.

Partai Golkar menilai wacana tersebut harus dipandang sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, bukan sekadar pergantian figur di kursi menteri.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, reshuffle merupakan instrumen penting dalam sistem presidensial guna memastikan kabinet bekerja optimal.

“Siapapun menteri yang tidak produktif, harus diganti,” ujar Idrus, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama pemerintahan saat ini bukan terletak pada kepemimpinan presiden, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.

Ia pun mengingatkan agar kritik tidak diarahkan secara berlebihan kepada presiden.

“Tidak bijak jika langsung menyasar presiden. Yang perlu dibenahi adalah para pembantunya,” tegasnya.

Baca juga: Kubu Jokowi Tolak Hentikan Kasus Roy Suryo Cs: Harus Tanggung Jawab Hukum

Reshuffle Jadi Momentum Perbaikan

Idrus menilai, perombakan kabinet dapat menjadi momentum untuk menyuntikkan energi baru dalam pemerintahan, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang terus berubah.

Lebih dari sekadar rotasi jabatan, reshuffle juga mencerminkan penataan ulang strategi dan konsolidasi kekuasaan demi menjaga stabilitas nasional.

Ia menyebut, Presiden Prabowo telah meletakkan fondasi kebijakan yang kuat, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, hingga fokus pada ketahanan pangan, energi, dan hilirisasi sumber daya alam.

Namun, implementasi di lapangan dinilai masih belum maksimal.

“Yang perlu didorong adalah revitalisasi kabinet agar kinerja lebih cepat, efektif, dan produktif,” kata Idrus.

Dudung Dikabarkan Masuk Istana

Di tengah menguatnya isu reshuffle, nama Dudung Abdurachman mencuat.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu dikabarkan dipanggil ke Istana Kepresidenan pada Senin (27/4/2026).

Beredar informasi, Dudung berpotensi mengisi posisi Kepala Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.

Sementara Qodari disebut-sebut akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus memimpin badan komunikasi pemerintah.

Selain itu, sejumlah posisi lain juga dikabarkan ikut bergeser, termasuk jabatan di lembaga strategis pemerintah.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hanya memberikan jawaban singkat saat ditanya mengenai isu reshuffle.

“Tunggu saja. Nanti Presiden yang menyampaikan langsung,” ujarnya.

Dudung: Dipanggil Mendadak

Sebelumnya, Dudung mengakui dirinya mendapat panggilan mendadak dari Presiden Prabowo.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan pemanggilan tersebut.

“Biasanya beliau meminta masukan sebagai penasihat,” kata Dudung.

Saat ini, Dudung memang menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional, setelah sebelumnya mengakhiri masa tugas sebagai KSAD.

Sudah Tiga Kali Reshuffle

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo tercatat telah tiga kali melakukan reshuffle kabinet.

Perombakan pertama terjadi pada Februari 2025, disusul perubahan susunan kabinet pada September 2025 dalam dua gelombang.

Kini, isu reshuffle kembali menguat seiring evaluasi kinerja kabinet yang dinilai perlu dipercepat.

Publik pun menunggu langkah Presiden, apakah benar akan ada perombakan dalam waktu dekat atau hanya sebatas dinamika politik semata.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved