Berita Internasional
Fakta-fakta Penembakan saat Acara Makan Malam Presiden Trump di White House
Tembakan pecah saat Presiden Donald Trump tengah berbincang dengan mentalis Oz Pearlman di atas panggung di White House Washington Hilton.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Penembakan di Acara Makan Malam Donald Trump
- Penembakan di Washington Hilton paksa evakuasi darurat Trump dan kabinet.
- Pelaku Cole Tomas Allen (31) membawa senapan, pistol, dan pisau.
- Seorang agen Secret Service terluka; Trump dan Melania dinyatakan selamat.
- Insiden terjadi di lokasi bersejarah penembakan Ronald Reagan tahun 1981.
- Tersangka terancam dakwaan federal; acara jamuan resmi dijadwalkan ulang.
TRIBUNJAMBI.COM - Malam penganugerahan dan jamuan prestisius White House Correspondents' Dinner 2026 di Washington Hilton, Amerika Serikat mendadak berubah menjadi palagan mencekam pada Sabtu (25/4/2026).
Upaya serangan bersenjata terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di tengah kerumunan elite politik dan media nasional kini menjadi sorotan dunia.
Berikut adalah Fakta-fakta kunci di balik insiden tersebut:
1. Detik-Detik Tembakan dan Respons Cepat Secret Service
Tembakan pecah saat Presiden Trump tengah berbincang dengan mentalis Oz Pearlman di atas panggung.
Awalnya, suasana ballroom yang riuh membuat suara dentuman tidak langsung disadari sebagai ancaman.
“Saya pikir itu suara nampan jatuh. Saya berharap itu nampan, ternyata bukan,” ungkap Trump dalam konferensi pers pasca-kejadian.
Dalam hitungan detik, agen Secret Service meneriakkan “shots fired” dan segera membentuk barikade manusia untuk mengevakuasi Trump, Melania, dan Wapres JD Vance ke ruang aman.
2. Profil Pelaku: Jenius Caltech yang Menjadi 'Lone Wolf'
Tersangka diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31), seorang lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan latar belakang teknik.
Baca juga: Jamuan di Gedung Putih AS Chaos, Trump Dievakuasi Usai Terdengar 3 Tembakan
Baca juga: Siswa SMPN 5 Kota Jambi Trauma Berat, Menutup Diri Usai Alami Pengeroyokan
Polisi meyakini Allen adalah tamu di hotel tersebut, yang memudahkannya berada di dalam zona perimeter. Trump menyebut pelaku sebagai "orang yang sangat sakit jiwa."
3. Persenjataan dan Jebolnya Pos Pemeriksaan
Pelaku diketahui membawa persenjataan lengkap yang terdiri dari senapan laras panjang, pistol, dan beberapa pisau.
Investigasi awal menunjukkan Allen berhasil menerobos pos pemeriksaan keamanan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh aparat dalam baku tembak singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260426-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump.jpg)