Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Donald Trump Sebut China dan India 'Lubang Neraka', Unggahan Picu Kecaman Global

Trump jadi sorotan dunia usai membagikan ulang sebuah konten yang melabeli dua raksasa Asia, China dan India, sebagai lubang neraka (hellhole).

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram
PICU KECAMAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu badai diplomatik setelah memberikan legitimasi pada narasi rasis dan anti-imigran di media sosial. Kali ini, Trump menjadi sorotan dunia usai membagikan ulang sebuah konten yang melabeli dua raksasa Asia, China dan India, sebagai "lubang neraka" (hellhole). 

Ringkasan Berita:Unggahan Donald Trump Tuai Kecaman
  • Trump bagikan ulang unggahan Michael Savage yang sebut India-China "lubang neraka".
  • Unggahan tersebut kritik kebijakan kewarganegaraan otomatis bagi anak imigran.
  • Tindakan Trump dianggap melegitimasi narasi rasis dan merendahkan negara lain.
  • Trump klaim AS satu-satunya negara dengan kebijakan birthright citizenship.
  • Pakar hukum membantah klaim Trump karena banyak negara lain menerapkan hak serupa.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu badai diplomatik setelah memberikan legitimasi pada narasi rasis dan anti-imigran di media sosial. 

Kali ini, Trump menjadi sorotan dunia usai membagikan ulang sebuah konten yang melabeli dua raksasa Asia, China dan India, sebagai "lubang neraka" (hellhole).

Kontroversi ini bermula ketika Trump mengunggah ulang pernyataan dari komentator konservatif ternama, Michael Savage, melalui platform Truth Social. 

Dalam unggahannya, Savage melontarkan kritik keras terhadap kebijakan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran (birthright citizenship) yang selama ini berlaku di Amerika Serikat.

Diksi yang digunakan dalam unggahan tersebut dinilai sangat merendahkan martabat negara lain. Salah satu kutipan yang paling disorot berbunyi:

“Seorang bayi yang lahir di sini langsung menjadi warga negara, lalu mereka membawa seluruh keluarganya dari China, atau India, atau dari ‘lubang neraka’ lain di planet ini.”

Legitimasi Narasi dan Agenda Politik

Meski Trump membagikan ulang unggahan tersebut tanpa memberikan komentar tambahan, para pakar komunikasi politik menilai tindakan itu sebagai bentuk persetujuan eksplisit terhadap narasi yang mendiskreditkan imigran. 

Baca juga: Bantah Rayuan Israel, Trump: Ambisi Nuklir Iran Alasan Saya Menyerang

Baca juga: Jambi Diguyur Hujan Sore dan Malam Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi politik domestik Trump untuk memperketat kebijakan imigrasi dan menghapus hak kewarganegaraan otomatis bagi bayi yang lahir di wilayah AS.

Klaim yang Terbantahkan

Sentimen anti-imigran ini bukan pertama kalinya dilontarkan oleh Trump. 

Sebelumnya, ia secara agresif mengklaim bahwa "tidak ada negara lain di dunia" yang menerapkan kebijakan kewarganegaraan otomatis bagi anak imigran yang lahir di wilayah kedaulatan mereka.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh para ahli hukum internasional dan fakta di lapangan. 

Banyak negara di benua Amerika, termasuk Kanada dan Meksiko, tetap menerapkan prinsip Jus Soli (hak wilayah) yang serupa dengan Amerika Serikat

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved