Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Terimbas Konflik AS-Israel vs Iran, 9.000 Pekerja di Indonesia Terancam PHK

9.000 karyawan berpotensi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka berasal dari 10 perusahaan besar.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.COM/
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal 

TRIBUNJAMBI.COM - 9.000 karyawan berpotensi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pernyataan ini dilontarkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/4/2026).

9.000 karyawan yang terancam kena PHK itu berasal dari 10 perusahaan besar.

Said mengatakan, bayang-bayang PHK itu datang karena 10 perusahaan itu terdampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang mengakibatkan rantai pasok bahan baku terganggu serta kenaikan biaya energi.

“Saat ini tercatat 9.000 berpotensi, berpotensi 9.000 karyawan akan terjadi PHK,” kata Said.

Said mengaku belum bisa mengungkapkan nama-nama perusahaan tersebut karena tidak diperbolehkan anggota serikat pekerja di sana.

Ia hanya menyebut, sebagian besar perusahaan tersebut bergerak di bidang industri plastik dan industri tekstil.

Kedua sektor ini terdampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) industri yang tidak disubsidi pemerintah dan mengikuti harga pasar.

Mereka juga terpukul akibat bahan baku impor yang sulit didapatkan imbas perang dan penutupan Selat Hormuz.

“Susah mendapatkan barang impor, logistik, dan delivery-nya akibat perang, maka bahan baku impor naik tajam,” ujar Said.

Baca juga: Poli Jantung RSUD Kolonel Abundjani Merangin Resmi Operasi, 5 Fasilitas Modern

Baca juga: Jadwal Perjalanan Haji 2026, Haji Jambi Berangkat Mulai 5 Mei

Industri garmen dan tekstil misalnya, mengandalkan bahan baku impor dari India, Australia, dan AS yang kini melonjak tajam karena perang.

Kemudian, industri plastik juga ikut terpukul karena harga bahan baku naik imbas pasokan dari negara-negara Teluk terputus.

Padahal, produk plastik digunakan dalam berbagai komoditas termasuk kendaraan bermotor dan elektronik seperti radio dan televisi.

Kedua sektor industri itu akan melakukan efisiensi internal lantaran biaya produksi meningkat.

“Untuk melakukan penekanan biaya buruh adalah pengurangan karyawan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved