Berita Viral
Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026, Menteri Bahlil: Sesuai Arahan Presiden
Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, cadangan BBM nasional masih
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM – Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan tersebut dinilai menjadi kabar positif bagi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang masih belum stabil.
Stok Energi Nasional Dipastikan Aman
Dalam keterangannya, Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, cadangan BBM nasional masih berada di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
Pasokan energi seperti solar, bensin, hingga LPG disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu ke depan.
“Stok kita insya Allah di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bahlil dalam siaran pers yang diterima, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Presiden telah menyepakati untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga penghujung tahun.
Baca juga: Sosok Kepala Rutan Kendari di Balik Viral Napi Ngopi, Ini Klarifikasinya
Baca juga: Kepala Deri Dipukul Pakai Botol lalu Dianiaya Belasan Orang di Danau Kerinci Barat
Faktor Harga Minyak Dunia Masih Terkendali
Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih realistis untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Bahlil, selama harga ICP masih berada dalam batas aman, maka ruang fiskal pemerintah tetap cukup untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.
“Kalau harga minyak masih di kisaran saat ini, bahkan hingga mendekati 100 dolar AS, itu masih aman untuk menjaga harga BBM subsidi,” jelasnya.
Ia menambahkan, rata-rata ICP sejak Januari hingga saat ini masih berada di bawah angka 77 dolar AS, sehingga tekanan terhadap anggaran negara dinilai belum signifikan.
Ketergantungan Impor Masih Tinggi
Meski kondisi stok dinyatakan aman, pemerintah tidak menampik bahwa kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor.
Saat ini, konsumsi BBM dalam negeri mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 600 hingga 610 ribu barel per hari.
| Keluarga Bupati Ikut Tewas Kecelakaan Bus ALS, Sering Ingatkan Bus Jangan Kebut |
|
|---|
| Viral 9 Siswa SD Disanksi Guru Makan Tanah Lumpur Gegara Main Bola, Ortu Mengamuk Tak Terima |
|
|---|
| Curhat Kernet Bus ALS Selamat, Nekat Lompat dari Jendela Sebelum Bus Terbakar |
|
|---|
| Lemas Istri Sopir dan Kernet Mobil Tangki Lihat Jasad Suaminya, Tangis Tak Terbendung: Gak Kuat |
|
|---|
| Buruan Cek ATM, Bansos Rp600 Ribu Sudah Masuk ke Rekening Penerima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Menteri-Energi-dan-Sumber-Daya-Mineral-Bahlil-Lahadalia-2026.jpg)