Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026, Menteri Bahlil: Sesuai Arahan Presiden

Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, cadangan BBM nasional masih

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUN JAMBI/ISTIMEWA/ist
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia 

TRIBUNJAMBI.COM – Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Keputusan tersebut dinilai menjadi kabar positif bagi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang masih belum stabil.

Stok Energi Nasional Dipastikan Aman

Dalam keterangannya, Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menyebutkan, cadangan BBM nasional masih berada di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

Pasokan energi seperti solar, bensin, hingga LPG disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu ke depan.

“Stok kita insya Allah di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bahlil dalam siaran pers yang diterima, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Presiden telah menyepakati untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan hingga penghujung tahun.

Baca juga: Sosok Kepala Rutan Kendari di Balik Viral Napi Ngopi, Ini Klarifikasinya

Baca juga: Kepala Deri Dipukul Pakai Botol lalu Dianiaya Belasan Orang di Danau Kerinci Barat

Faktor Harga Minyak Dunia Masih Terkendali

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih realistis untuk dijalankan. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Bahlil, selama harga ICP masih berada dalam batas aman, maka ruang fiskal pemerintah tetap cukup untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.

“Kalau harga minyak masih di kisaran saat ini, bahkan hingga mendekati 100 dolar AS, itu masih aman untuk menjaga harga BBM subsidi,” jelasnya.

Ia menambahkan, rata-rata ICP sejak Januari hingga saat ini masih berada di bawah angka 77 dolar AS, sehingga tekanan terhadap anggaran negara dinilai belum signifikan.

Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Meski kondisi stok dinyatakan aman, pemerintah tidak menampik bahwa kebutuhan energi nasional masih bergantung pada impor.

Saat ini, konsumsi BBM dalam negeri mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 600 hingga 610 ribu barel per hari.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved