Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Kartu Tersembunyi Iran Hadapi Israel, Ribuan Rudal Disimpan di Bawah Tanah

Intelijen AS menilai Iran masih memiliki ribuan rudal tersembunyi sehingga kekuatan militernya belum sepenuhnya melemah meski telah diserang.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Ist
SENJATA TERSEMBUNYI- Serangan rudal Iran menghantam kilang minyak di Haifa, wilayah utara Israel, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Yerusalem.Intelijen AS menilai Iran masih memiliki ribuan rudal tersembunyi sehingga kekuatan militernya belum sepenuhnya melemah meski telah diserang. 

TRIBUNJAMBI.COM -Di tengah klaim keberhasilan serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, muncul penilaian baru yang justru menggambarkan situasi berbeda di lapangan.

Kapabilitas militer Teheran disebut belum sepenuhnya melemah, bahkan masih menyimpan potensi ancaman serius.

Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik yang siap digunakan. Persenjataan tersebut disinyalir disimpan dalam fasilitas bawah tanah yang sulit dijangkau serangan udara konvensional.

Keberadaan gudang senjata tersembunyi ini menjadi faktor penting yang mengubah persepsi tentang efektivitas serangan yang telah dilakukan sebelumnya. Meski sejumlah instalasi militer dilaporkan rusak, kemampuan inti Iran disebut tetap bertahan.

Penilaian ini muncul setelah rangkaian konflik yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Dalam periode tersebut, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan intensif ke berbagai titik strategis milik Iran.

Namun, hasil analisis intelijen menunjukkan bahwa serangan tersebut belum sepenuhnya melumpuhkan kekuatan militer Iran. Justru, sejumlah komponen penting masih bisa dioperasikan atau dipulihkan.

Sumber intelijen Amerika juga mengungkap kekhawatiran lain, yakni kemungkinan Iran memanfaatkan jeda konflik untuk memperkuat kembali persenjataannya. Momentum gencatan senjata dinilai bisa menjadi celah strategis.

Dalam situasi seperti itu, Iran berpotensi membangun ulang stok rudalnya secara bertahap. Apalagi, negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan teknologi militer secara mandiri.

Di sisi lain, muncul laporan yang menyebut adanya potensi dukungan eksternal. Salah satunya terkait dugaan rencana pengiriman sistem pertahanan udara dari China ke Iran.

Informasi tersebut menyebutkan bahwa pengiriman bisa dilakukan melalui jalur tidak langsung atau negara ketiga. Langkah ini diduga untuk menghindari sorotan internasional.

Meski demikian, pemerintah China langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan tidak terlibat dalam pengiriman senjata dan tetap berpegang pada komitmen internasional.

Perbedaan narasi juga terlihat dari pernyataan pejabat tinggi Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa program rudal Iran telah mengalami kerusakan signifikan.

Menurutnya, sebagian besar peluncur dan sistem rudal Iran sudah tidak berfungsi secara optimal. Klaim ini menunjukkan keyakinan bahwa tekanan militer telah memberikan dampak besar.

Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan temuan intelijen di lapangan. Sejumlah sumber menyebut masih banyak peluncur yang dapat diperbaiki dan digunakan kembali.

Selain itu, Iran disebut masih memiliki cadangan rudal balistik jarak pendek dan menengah dalam jumlah besar. Persenjataan ini dinilai cukup untuk mempertahankan daya gentar di kawasan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved