Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Menlu Iran Balas JD Vance: AS Biarkan Netanyahu Serang Lebanon Itu Bodoh

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Washington atas pernyataan Warpres AS, JD Vance.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
BERI PERINGATAN - Kolase foto Menlu Iran, Abbas Araghchi dan Wapres AS, JD Vance. Diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kini berada di ujung tanduk pasca seranngan Israel ke Lebanon. Terhadap serangan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Washington. Peringatan itu atas berlanjutnya agresi Israel ke Lebanon dapat menghancurkan kesepakatan gencatan senjata yang baru saja seumur jagung. 

Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
  • Menlu Iran peringatkan AS bahwa serangan Israel ke Lebanon rusak gencatan senjata.
  • Abbas Araghchi sebut AS "bodoh" jika biarkan Netanyahu matikan jalur diplomasi.
  • Iran tuding Netanyahu terus berperang di Lebanon demi hindari sidang korupsi.
  • Perbedaan klaim: Pakistan sebut Lebanon masuk area damai, namun AS-Israel membantah.
  • Agresi Israel di Lebanon tewaskan 300 orang saat gencatan senjata sedang berjalan.

 

TRIBUNJAMBI.COM – Diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kini berada di ujung tanduk pasca seranngan Israel ke Lebanon

Terhadap serangan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Washington.

Peringatan itu atas berlanjutnya agresi Israel ke Lebanon dapat menghancurkan kesepakatan gencatan senjata yang baru saja seumur jagung.

Ketegangan memuncak setelah Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyebut Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata yang berlaku sejak Rabu (8/4/2026). 

JD Vance bahkan mengejek Iran dengan menyebut mereka "bodoh" jika nekat membatalkan kesepakatan hanya karena serangan di wilayah Lebanon.

Araghchi membalas telak komentar tersebut dengan menuding balik kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai terlalu tunduk pada agenda Benjamin Netanyahu.

"Jika AS rela melubangi ekonomi mereka dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu akan jadi pilihan mereka. Kami mengira itu bodoh, tetapi siap menghadapinya," tegas Araghchi sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Kamis (9/4/2026).

Motif Tersembunyi Netanyahu: Menghindari Penjara?

Menlu Iran tersebut juga menyinggung sisi personal dari Perdana Menteri Israel

Dia menduga Netanyahu sengaja terus mengobarkan api peperangan di Lebanon untuk menunda proses hukum kasus korupsi yang sedang menjeratnya. 

Baca juga: Mojtaba Khamenei: Kemenangan Final Iran Telah Menginspirasi Dunia

Baca juga: Pesan Menteri Bahlil: Matikan Lampu Hingga Mobil Listrik Demi Hemat Energi

Menurut Araghchi, penghentian perang secara total di kawasan justru akan mempercepat nasib Benjamin Netanyahu di balik jeruji besi.

"Gencatan senjata di kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat dia dipenjara," cetus Araghchi.

Simpang Siur Kesepakatan di Lebanon

Ketidakpastian ini berakar dari perbedaan interpretasi antara mediator dan pelaku perang. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved