Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS Vs Iran

Mojtaba Khamenei: Kemenangan Final Iran Telah Menginspirasi Dunia

Mojtaba Khamenei menegaskan keteguhan bangsa Iran selama 40 hari pertempuran telah menjadi simbol perlawanan global.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
KLAIM KEMENANGAN - Di tengah suasana gencatan senjata yang baru saja disepakati dengan Amerika Serikat, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi mendeklarasikan kemenangan mutlak atas aliansi AS-Israel, Kamis (9/4/2026). Mojtaba Khamenei menegaskan keteguhan bangsa Iran selama 40 hari pertempuran telah menjadi simbol perlawanan global. 

Menutup pesannya, Pemimpin Tertinggi baru tersebut memberikan sinyal misterius mengenai masa depan jalur energi dunia di Selat Hormuz.

Tanpa merinci langkah teknisnya, ia menegaskan bahwa Iran akan segera memasuki "fase terbaru" dalam pengelolaan selat strategis tersebut guna mempertahankan hak sah negaranya.

Dunia kini menanti manuver diplomatik maupun militer Teheran selanjutnya dalam perundingan damai yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad.

Iran Ancam Perang Lagi Akibat Serangan Israel

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat, Iran dan Israel yang baru berusia seumur jagung terancam kolaps. 

Pemerintah Iran kembali mengeluarkan peringatan keras.

Baca juga: Media Inggris Laporkan Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis: Data Intelijen AS-Israel

Baca juga: Hari Ini 2 Warga Jambi Korban Loker Scam Kamboja Sampai di Jakarta

Peringatan itu yakni akan kembali meluncurkan operasi militer berskala penuh setelah menuding Israel melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang baru saja berlaku pada Rabu (8/4/2026).

Meskipun mediator kesepakatan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran turut mencakup wilayah Lebanon, realita di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. 

Militer Israel dilaporkan meluncurkan lebih dari 100 serangan udara ke Lebanon dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kesepakatan dimulai.

Otoritas Lebanon melaporkan dampak mengerikan dari agresi tersebut, dengan sedikitnya 254 orang tewas. 

Pejabat Iran menyatakan bahwa situasi ini tidak bisa dibiarkan dan mendesak negara-negara mediator untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan Israel.

Krisis Kepercayaan terhadap Washington

Pelanggaran ini memicu kemarahan di parlemen Iran

Juru Bicara Parlemen, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa kepercayaan Teheran terhadap Amerika Serikat kini berada di titik terendah. 

Menurutnya, pihak agresor tidak hanya menyerang Lebanon, tetapi juga melakukan provokasi langsung ke kedaulatan Iran.

"Pada hari pertama gencatan senjata, mereka mengirimkan drone ke wilayah Iran dan secara terbuka menolak hak pengayaan uranium kami. Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral atau perundingan tidak bisa dilakukan," tegas Qalibaf sebagaimana dikutip dari Press TV.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved