Berita Viral
Viral Warga Iran Ejek Buang BBM, Ternyata Harga Bensin di Sana Cuma Segini
Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video warga Iran yang dianggap menyindir krisis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melanda sejumlah
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video warga Iran yang dianggap menyindir krisis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melanda sejumlah negara, terutama Amerika Serikat.
Dalam video yang viral tersebut, sejumlah warga terlihat sengaja menghamburkan BBM, bahkan menyiram kendaraan menggunakan selang dispenser seolah-olah bahan bakar tersebut tersedia melimpah seperti air.
Aksi itu disebut-sebut sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi global yang saat ini tengah dilanda gejolak energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi memanas sejak invasi militer yang melibatkan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Ketegangan tersebut kemudian berujung pada langkah balasan dari Iran yang menutup jalur strategis distribusi energi dunia, yakni Selat Hormuz.
Penutupan jalur vital ini berdampak besar terhadap pasokan energi global. Sekitar 30 persen distribusi minyak dunia yang melewati kawasan Teluk Arab terganggu, sehingga memicu lonjakan harga sekaligus kelangkaan di berbagai negara.
Tak hanya itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di negara-negara seperti Yordania dan Arab Saudi, yang semakin memperburuk situasi geopolitik.
Dampaknya terasa langsung pada harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam, bahkan menyentuh level tertinggi sejak pandemi COVID-19.
Baca juga: Trump Mengamuk ke Sekutu: Cari Minyak Sendiri, Prancis Sangat Tak Membantu
Baca juga: Karyawan Swasta Juga Ikut WFH Sehari dalam Sepekan, Bidang Usaha yang Dikecualikan
Meski demikian, kondisi di dalam negeri Iran justru berbanding terbalik. Negara tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas energi domestik di tengah tekanan global.
Melalui video yang beredar, warga Iran memperlihatkan seolah pasokan BBM di negara mereka tidak terdampak, bahkan terkesan berlimpah.
Berdasarkan data dari situs Trading Economics, harga bensin di Iran pada Maret 2026 tercatat berada di angka 0,36 dolar AS per liter atau sekitar Rp6.100.
Menariknya, harga tersebut relatif stabil dalam jangka panjang dan tidak mengalami perubahan signifikan sejak pertengahan 1990-an.
Sepanjang sejarahnya, harga tertinggi BBM di Iran pernah menyentuh 0,39 dolar AS per liter pada Desember 2010, sementara harga terendah tercatat sebesar 0,06 dolar AS per liter pada Desember 1995.
Sebagai perbandingan, harga minyak mentah jenis Brent—yang menjadi acuan global—dilaporkan sempat menembus 119 dolar AS per barel pada akhir Maret 2026, mendekati level tertinggi sejak konflik terbaru di Timur Tengah pecah.
Lonjakan harga ini turut berdampak pada harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat yang mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan data organisasi otomotif AAA, harga bensin di AS kini telah melampaui 4 dolar AS per galon atau sekitar Rp67.000 untuk 3,7 liter, tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
| Daftar Gardu Induk PLN yang Terganggu Saat Pemadaman Listrik Massal di Jambi dan Sumatra |
|
|---|
| Terkuak Penyebab Listrik Padam Serentak di Jambi hingga Aceh, PLN: Blackout Massal |
|
|---|
| Siapa Rahmawati Zainal? Anggota DPR yang Usulkan 1.000 Layar Bioskop di Pedesaan |
|
|---|
| Pamit ke Toilet, Calon Pengantin Kabur Jelang Mau Akad, Mahar Honda PCX Batal Diberi |
|
|---|
| Hadiah Idul Adha Bagi KPM, Usai PKH dan BPNT ada Dua Bansos Cair Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Warga-Iran-142026.jpg)