Kasus Ijazah Palsu
Roy Suryo Ingatkan Ancaman Deepfake AI dan Jejak Digital Pesan Palsu Dokter Tifa
Roy menegaskan secara teknis, jejak digital dari operasi 'adu domba' tersebut sangat mudah untuk ditelusuri oleh aparat penegak hukum.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Polemik Ijazah Palsu
- Roy Suryo sebut jejak digital nomor palsu pencatut Dokter Tifa mudah dilacak siber.
- Dorong aparat periksa waktu aktivasi dan pola distribusi narasi rekayasa.
- Peringatkan potensi eskalasi hoaks menggunakan teknologi Deepfake dan AI.
- Tegaskan pembuatan konten palsu berbasis AI bisa masuk ranah pidana serius.
- Verifikasi dan hukum jadi kunci lindungi publik dari manipulasi informasi.
TRIBUNJAMBI.COM - Pakar Telematika Roy Suryo melontarkan peringatan keras terkait eskalasi hoaks dalam polemik ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Peringatan itu menyusul temuan pesan WhatsApp palsu yang mencatut nama Dokter Tifa.
Roy menegaskan secara teknis, jejak digital dari operasi 'adu domba' tersebut sangat mudah untuk ditelusuri oleh aparat penegak hukum.
Ia menekankan distribusi narasi rekayasa ini bukan sekadar berita bohong biasa, melainkan ancaman serius terhadap kualitas ruang publik.
Audit Digital: Nomor Palsu Mudah Dilacak
Roy Suryo menjelaskan tim siber Polri semestinya tidak kesulitan membongkar dalang di balik pesan-pesan gelap tersebut.
Mulai dari waktu aktivasi kartu, lokasi penggunaan nomor, hingga keterhubungan akun (metadata), semuanya meninggalkan jejak yang permanen.
“Kalau mau ditelusuri, sebenarnya mudah. Nomor itu dibuat kapan, aktif di mana, digunakan untuk apa, itu bisa dilacak,” tegas Roy Suryo dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026) malam.
Menurutnya, pembiaran terhadap pola distribusi konten semacam ini hanya akan memperparah polarisasi di tengah masyarakat.
Waspada Era Deepfake dan Manipulasi AI
Lebih jauh, Roy memperingatkan publik untuk bersiap menghadapi level hoaks yang lebih canggih, yakni penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti deepfake.
Baca juga: Dokter Tifa Bantah Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Temui Jokowi di Solo
Baca juga: Selat Hormuz Diblokade: Bahlil Imbau Tak Panik, Prabowo Perintah ESDM Cari BBM
Ia memprediksi ke depan akan muncul manipulasi video atau audio yang seolah-olah berasal dari tokoh tertentu untuk menggiring opini publik secara ekstrem.
Dari perspektif hukum, Roy mengingatkan bahwa penggunaan AI untuk menciptakan konten palsu yang merusak reputasi dapat dikategorikan sebagai delik pidana serius.
“Kasus seperti ini menunjukkan bahwa hoaks digital tidak selalu hadir dalam bentuk berita palsu biasa. Ia bisa hadir dalam bentuk chat palsu, narasi rekayasa, video editan, hingga pencatutan tokoh publik,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260328-Dokter-Tifa-dan-Roy-Suryo.jpg)