AS vs Iran
Iran Tolak Proposal Damai AS, Dianggap Sepihak dan Pelumpuhan Pertahanan
Iran secara resmi memberikan tanggapan awal terhadap proposal perdamaian yang disodorkan Amerika Serikat (AS) melalui mediator Pakistan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah
- Iran tolak proposal damai AS karena dianggap sepihak dan tidak adil.
- Teheran keberatan serahkan sistem pertahanan demi janji sanksi yang tak jelas.
- Proposal telah ditinjau perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran pada Rabu malam.
- Belum ada rencana negosiasi realistis antara Iran dan AS saat ini.
- Turki dan Pakistan terus berupaya memediasi kedua pihak guna redam konflik.
TRIBUNJAMBI.COM – Harapan dunia untuk melihat berakhirnya palagan di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu.
Pemerintah Iran secara resmi memberikan tanggapan awal terhadap proposal perdamaian yang disodorkan Amerika Serikat (AS) melalui mediator Pakistan.
Teheran dengan tegas melabeli tawaran Washington tersebut sebagai dokumen yang "sepihak dan tidak adil."
Langkah AS ini dilaporkan telah dibedah secara mendalam pada Rabu (25/3/2026) malam oleh jajaran pejabat senior Teheran serta perwakilan khusus dari Pemimpin Tertinggi Iran.
Hasilnya, proposal tersebut dianggap tidak memiliki pijakan yang realistis untuk menghentikan ketegangan yang tengah membara.
Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa inti dari usulan Amerika Serikat justru menuntut pelemahan kedaulatan militer Iran tanpa kompensasi yang sepadan.
“Singkatnya, proposal tersebut menyarankan agar Iran melepaskan kemampuannya untuk membela diri sebagai imbalan atas rencana yang tidak jelas untuk mencabut sanksi. Proposal tersebut tidak memenuhi persyaratan minimum untuk berhasil,” tegas pejabat tersebut pada Kamis (26/3/2026), sebagaimana dilansir Al Arabiya.
Mencari Realisme di Washington
Meskipun menolak mentah-mentah draf saat ini, Teheran memberikan sedikit ruang bagi diplomasi.
Iran menilai pintu keluar dari krisis ini masih mungkin ditemukan, asalkan pihak Gedung Putih bersedia mengedepankan prinsip "realisme" dalam memahami posisi tawar Iran di kawasan.
Baca juga: Selat Hormuz Diblokade Iran, Prabowo Perintahkan Bahlil Berburu Pasokan Minyak Global
Baca juga: Dokter Tifa Bantah Mundur dari Kasus Ijazah Palsu dan Temui Jokowi di Solo
Hingga saat ini, belum ada kesepakatan untuk memulai negosiasi formal. Pejabat tersebut menambahkan, "Masih belum ada kesepakatan untuk negosiasi, dan tidak ada rencana pembicaraan yang tampak realistis pada tahap ini."
Peran Mediator: Turki dan Pakistan Turun Tangan
Di tengah kebuntuan ini, Turki dan Pakistan terus bergerak aktif di belakang layar. Kedua negara tersebut berupaya keras membangun titik temu (common ground) guna menjembatani perbedaan tajam antara Teheran dan Washington.
Misi mediasi ini diharapkan mampu meredam eskalasi sebelum tenggat waktu militer lainnya kembali mencuat di Selat Hormuz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260327-Kolase-foto-Donald-Trump-Mojtaba-Khamenei-dan-perang-Timur-Tengah.jpg)