Israel vs Iran
Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Industri Israel, Netanyahhu Beri Perintah Darurat
Fasilitas yang diserang Iran ini merupakan pusat pengembangan teknologi dirgantara dan pertahanan paling canggih milik Israel.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Perang Timur Tengah Memanas
- Iran serang pusat industri IAI dan unit pesawat pengintai AS di pangkalan udara.
- PM Netanyahu tetapkan perintah darurat: "Seluruh bangsa adalah garis depan".
- Kota Arad dan Dimona dibombardir; total 175 warga dilaporkan luka-luka.
- Serangan sasar fasilitas strategis dekat Pangkalan Udara Ben Gurion.
- Korban kritis dievakuasi ke RS Soroka di tengah serangan yang masih berlangsung.
TRIBUNJAMBI.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Minggu (22/3/2026).
Militer Iran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal yang tidak hanya menyasar permukiman, tetapi juga menghantam jantung industri militer Israel serta aset pengintai Amerika Serikat (AS).
Situasi kritis ini memaksa Pemerintah Israel menetapkan status siaga tertinggi bagi seluruh warga sipil.
Fasilitas Dirgantara dan Pesawat AS Jadi Sasaran
Dalam pernyataan resminya, militer Iran mengonfirmasi bahwa serangan presisi tersebut menargetkan fasilitas Israel Aerospace Industries (IAI) yang berlokasi di dekat Pangkalan Udara Ben Gurion.
Fasilitas ini merupakan pusat pengembangan teknologi dirgantara dan pertahanan paling canggih milik Israel.
Tidak berhenti di situ, Teheran juga memperluas jangkauan serangannya dengan menyasar unit pesawat pengintai milik Amerika Serikat yang ditempatkan di Pangkalan Udara Prince Sultan.
Serangan terkoordinasi ini menunjukkan ambisi Iran untuk melumpuhkan mata intelijen Barat di kawasan tersebut.
Netanyahu di Dimona: "Seluruh Bangsa adalah Garis Depan"
Menanggapi hujan rudal yang menghantam berbagai kota, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan darurat ke Dimona.
Di lokasi yang dikenal sebagai pusat nuklir Israel tersebut, Netanyahu mengeluarkan perintah keras yang menghapus batasan antara warga sipil dan militer dalam menghadapi ancaman.
Baca juga: Biaya Perang Israel Vs Iran Melejit, Nasib Bantuan Militer Ukraina Terancam
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Terasa: Pemotor di Bakauheni Naik 59 Persen
"Saya tidak menyebutnya pedoman Komando Darurat Rumah. Saya menyebutnya perintah Komando Darurat Rumah. Seluruh bangsa adalah garis depan," tegas Netanyahu dengan nada tinggi saat memberikan instruksi keselamatan kepada warga, Minggu (22/3/2026).
Korban Berjatuhan di Arad dan Dimona
Dampak ledakan dilaporkan sangat fatal di wilayah selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260323-Kolase-foto-Benjamin-Netanyahu-dan-Mojtaba-Khamenei.jpg)