Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Konflik Israel Palestina

Penutupan Masjid Al-Aqsa saat Idulfitri Jadi Hari Paling Menyedihkan Muslim Yerusalem

Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjid Al-Aqsa yang merupakan salah satu situs paling sensitif di Yerusalem ditutup saat Hari Raya Idul Fitri

Tayang:
Editor: Mareza Sutan AJ

TRIBUNJAMBI.COM - Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjid Al-Aqsa yang merupakan salah satu situs paling sensitif di Yerusalem ditutup saat Hari Raya Idulfitri pada Jumat (20/3/2026).

Mengutip laporan The Guardian, ratusan jamaah terpaksa menunaikan salat di jalanan sekitar Kota Tua karena aparat Israel menutup akses masuk ke kawasan tersebut.

Penutupan Masjid Al-Aqsa dilakukan sejak 28 Februari 2026, bertepatan dengan memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pihak Israel menyatakan langkah itu diambil karena alasan keamanan, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Namun, warga Palestina menilai kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya lebih luas Israel untuk memperketat pembatasan serta memperkuat kontrol atas kompleks Al-Aqsa, yang oleh umat Islam dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif.

Kompleks tersebut juga mencakup Kubah Batu yang dibangun pada abad ke-7.

Sementara bagi umat Yahudi, kawasan itu dikenal sebagai Bukit Bait Suci, yang diyakini sebagai lokasi berdirinya Bait Suci Pertama dan Kedua.

“Hari Paling Menyedihkan bagi Jamaah Musim di Yerusalem

“Hari ini adalah hari paling menyedihkan bagi para jamaah Muslim di Yerusalem,” kata Hazen Bulbul, warga Yerusalem berusia 48 tahun yang sejak kecil terbiasa merayakan akhir Ramadan di Masjid Al-Aqsa.

“Yang saya khawatirkan adalah ini akan menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini pertama kalinya, tetapi mungkin bukan yang terakhir.

"Campur tangan Israel di kota suci ini telah meningkat sejak 7 Oktober 2023,” katanya, merujuk pada serangan Hamas ke Israel dan konflik Gaza setelahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan signifikan penangkapan jamaah serta staf keagamaan Palestina di Kota Tua.

Selain itu, kompleks masjid juga kerap dimasuki oleh pemukim Israel, disertai pembatasan akses bagi warga Palestina.

Suasana Kota Tua yang biasanya ramai menjelang Idul Fitri tampak berbeda. Pada hari tersebut, kawasan itu terlihat sepi dan lengang.

Keheningan itu sempat terganggu oleh suara ledakan besar di siang hari yang terdengar di seluruh Yerusalem.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved