Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Idulfitri 1447 H

Salat Id di Sukoharjo Terpaksa Batal Demi Keselamatan, Panitia Diancam

Ketegangan bermula pada Kamis malam saat panitia sedang bahu-membahu melakukan kerja bakti dan menyiapkan logistik ibadah. 

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
tribunjambi/musawira
Ribuan warga Salat Idul Adha 1444 hijriah di Universitas Muhammadiyah Jambi (UMJ) pada Rabu (28/6/2023) pagi. 

Ringkasan Berita:Salat Id di Sukoharjo Terpaksa Dibatalkan
  • Salat Id di Kedungwinong batal akibat ancaman "lepas tanggung jawab" dari oknum.
  • Oknum aparat datangi warga saat kerja bakti dan tegaskan Kades tak beri izin.
  • Panitia telah tempuh jalur legal dengan surat pemberitahuan resmi ke Desa.
  • Pembatalan dilakukan H-1 demi cegah gesekan fisik dan jamin keselamatan.
  • Inisiator prihatin atas tercederainya kebebasan beribadah warga setempat.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Nuansa kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah berubah mencekam. 

Rencana ibadah Salat Id yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3/2026) pagi di Masjid Jami Alqoir terpaksa dibatalkan total. 

Langkah drastis ini diambil panitia menyusul adanya ancaman verbal yang dinilai mencederai hak konstitusional warga.

Muhamad Zuhri, Ketua PRM Muhammadiyah sekaligus inisiator acara, mengungkapkan pembatalan dilakukan demi menghindari gesekan fisik yang berisiko menimpa jemaah.

Intimidasi di Malam Persiapan

Ketegangan bermula pada Kamis malam saat panitia sedang bahu-membahu melakukan kerja bakti dan menyiapkan logistik ibadah. 

Di tengah kesibukan tersebut, seorang oknum petugas keamanan (Babinsa) mendatangi lokasi dengan nada bicara yang tegas dan menekan.

Berdasarkan keterangan Zuhri, petugas tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa Kepala Desa tidak memberikan izin.

Situasi semakin memanas ketika muncul kalimat bernada ancaman terkait keselamatan pelaksanaan ibadah.

Baca juga: Klarifikasi Polemik Salat Id Sukoharjo Batal: Kades Minta Maaf Atas Kegaduhan

Baca juga: Trump Kirim Ribuan Marinir ke Teluk, Bayang-bayang Vietnam Baru Menghantui

"Dengan konteks itu dilanjutkan, kalau besok ada apa-apa saya tidak tanggung jawab. Pokoknya kalau besok nekat melakukan salat id dan ada apa-apa, saya tidak tanggung jawab," urai Zuhri menirukan ancaman oknum tersebut.

Pilih Mundur Demi Keselamatan Jemaah

Meskipun Ketua Takmir Masjid Jami Alqoir, Joko Purwanto, sempat menyatakan kesiapannya untuk "pasang badan" menghadapi risiko fisik, Zuhri akhirnya memutuskan untuk menarik diri. 

Ia menilai atmosfer intimidasi verbal sudah cukup untuk merusak kekhusyukan ibadah dan membahayakan keselamatan jemaah.

"Berhubung ada semacam intimidasi, walaupun belum terjadi secara fisik, tetapi kata-kata itu sangat mencederai sebagian umat muslim yang ingin menjalankan ibadah," sebut Zuhri.

Zuhri turut meluruskan narasi yang beredar di media sosial. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved