Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil Tokoh

Profil Michael Bambang Hartono, Pemilik PT Djarum yang Meninggal Hari Ini

Profil Michael Bambang Hartono, pemilik perusahaan rokok PT Djarum yang meninggal dunia hari ini, Kamis (19/3/2026).

Editor: Suci Rahayu PK
Ist/Tjahjo Sasongko/Kompas.com
Michael Bambang Hartono 

TRIBUNJAMBI.COM - Profil Michael Bambang Hartono, pemilik perusahaan rokok PT Djarum yang meninggal dunia hari ini, Kamis (19/3/2026).

Michael Hartono meninggal di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat. 

Kabar meninggalnya Michael Bambang Gartono dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum Budi Darmawan.

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar dia dalam sebuah pesan singkat, Kamis (19/3/2026).

Michael Hartono dikenal sebagai pemilik bisnis rokok Djarum bersama saudaranya Robert Budi Hartono.

Keluarga Hartono juga adalah pemegang saham pengendali di Bank Central Asia (BCA), bank swasta terbesar di Indonesia, setelah membelinya dari keluarga Salim pasca krisis ekonomi 1998.

Baca juga: Donald Trump Jatuhkan Bom 2,2 Ton, Hancurkan Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran di Selat Hormuz

Baca juga: Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026

Profil Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum

Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 1941.

 Bambang Hartono adalah saudara dari Robert Budi Hartono. 

Keduanya dikenal sebagai Hartono bersaudara, penerus perusahaan Djarum yang diwariskan oleh ayah mereka.

Semasa kecilnya, Bambang menempuh jenjang pendidikan SMP-SMA di Kudus, dan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Pada 1970-an, Bambang memperluas perusahaan keluarganya ke bidang pertekstilan, elektronik (PT Hartono Electronic yang dikenal merek Polytron), furnitur (PT Ligna Furniture), bahan bangunan, kertas, restoran, dan sebagainya.

Merujuk Forbes Real Time Billionaires List, Jumat (24/1/2025), Bambang Hartono memiliki kekayaan sebesar 22,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 365 triliun (asumsi kurs Rp 16.156 per dollar AS).

Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA) serta dari bisnis rokok Djarum. 

Kenaikan harga saham BCA yang signifikan menjadi salah satu pendorong utama lonjakan kekayaan.

Hartono bersaudara membeli saham BCA setelah keluarga kaya lainnya, keluarga Salim, kehilangan kendali atas bank tersebut selama krisis ekonomi Asia 1997-1998.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved