Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Soal Program MBG, Mahfud MD Sentil Keracunan Massal hingga Soroti Potensi Korupsi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
CAPTURE YOUTUBE
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD 

TRIBUNJAMBI.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan.

Dalam unggahan di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Senin (16/3/2026), Mahfud menilai program tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sangat baik bagi masyarakat.

Menurutnya, program MBG dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

“Program MBG ini program yang sangat bagus. Bagus karena memberi makan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tetapi yang perlu dipertanyakan adalah tata kelolanya,” ujar Mahfud.

Ia menekankan bahwa niat baik program tersebut seharusnya diikuti dengan sistem pengelolaan yang rapi, transparan, dan efisien.

Baca juga: Sebut Rakyat Jelata Tak Bersyukur, Pegawai SPPG Viral dan Langsung Dipecat

Baca juga: Roy Suryo Doakan Rismon Sianipar Dapat Hidayah Usai Sebut Ijazah Jokowi Asli

Namun, dari berbagai laporan yang muncul di lapangan, Mahfud menilai masih ada sejumlah persoalan dalam aspek manajemen maupun distribusi bantuan.

Karena itu, ia menilai perlu dilakukan evaluasi agar manfaat program benar-benar dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Meski demikian, Mahfud tetap mengapresiasi inisiatif pemerintah dalam menjalankan program tersebut dan berharap pelaksanaannya bisa terus diperbaiki.

Kasus Lele Mentah hingga Keracunan Massal
Dalam penjelasannya, Mahfud juga menyinggung sejumlah laporan yang beredar di masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.

Salah satu contohnya adalah laporan pengiriman bahan makanan mentah ke sekolah tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai.

Ia menyebut pernah menerima informasi mengenai sekolah di Pamekasan yang mendapatkan kiriman lele hidup untuk kebutuhan konsumsi selama tiga hari.

Padahal, sekolah tersebut tidak memiliki lemari pendingin untuk menyimpan bahan makanan tersebut.

Menurut Mahfud, kondisi seperti itu berpotensi membuat makanan cepat rusak dan tidak layak dikonsumsi.

Selain itu, ia juga menyoroti laporan keracunan makanan yang disebut terjadi di sejumlah sekolah, termasuk di Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Mahfud menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab serta penanganan kasus-kasus tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved