Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Iran Disebut Berpeluang Serang California, Imbas Serangan AS

Iran berpeluang menyerang Amerika Serikat (AS) dengan meluncurkan drone di Pantai Barat.

Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/ist
Iran disebut memiliki persediaan rudal balistik terbesar di Timur Tengah dengan jangkauan hingga 2.000 km, cukup untuk menjangkau Israel. 

TRIBUNJAMBI.COM - Iran berpeluang menyerang Amerika Serikat (AS) dengan meluncurkan drone di Pantai Barat.

Itu isi peringatan FBI pada Departemen Kepolisian California dalam beberapa hari terakhir.

Disebutkan, pengerahan drone tersebut diperkirakan terjadi sebagai pembalasan Iran atas serangan AS-Israel.

“Kami baru-baru ini memperoleh informasi pada awal Februari 2026, Iran diduga berupaya melakukan serangan mendadak menggunakan pesawat tanpa awak dari kapal yang tidak dikenal di lepas pantai Amerika Serikat,” menurut peringatan yang diedarkan pada Februari dikutip dari ABC News, Kamis (12/3/2026).

“Khususnya terhadap target yang tidak ditentukan di California, jika AS melakukan serangan terhadap Iran,” tambahnya.

Namun, pada peringatan tersebut FBI mengungkapkan tak memiliki informasi tambahan mengenai waktu, metode, target, atau pelaku dari serangan tersebut.

Peringatan itu keluar tak lama setelah AS melancarkan serangan kepada Iran.

Teheran kemudian membalas dengan serangan drone ke beberapa target, termasuk pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Seperti diungkapkan ABC News, juru bicara FBI di Los Angeles menolak berkomentar.

Baca juga: Besok Angkutan Barang Dilarang Melintas, Termasuk Truk Batubara di Jambi

Baca juga: Sempat Dibawa Kabur Kelompoknya, Rimbo Bujang Terdakwa Asusila di Tebo Divonis 3 Bulan 10 Hari

Gedung Putih juga tak segera merespons permintaan untuk mengomentari peringatan tersebut.

Peringatan itu juga muncul dengan kekhawatiran Pejabat intelijen AS dengan meningkatnya penggunaan drone oleh kartel narkoba beberapa bulan terakhir.

Para pejabat itu mengungkapkan kemungkinan teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyerang pasukan dan personel AS di dekat perbatasan Meksiko.

“Sebuah laporan yang belum terverifikasi menunjukkan bahwa para pemimpin kartel Meksiko yang tidak dikenal telah mengizinkan serangan menggunakan UAS (drone) yang membawa bahan peledak terhadap penegak hukum AS dan personel militer AS di sepanjang perbatasan AS-Meksiko,” menurut buletin terbitan September 2025 yang ditinjau ABC News.

Terkait kemungkinan serangan drone, Gubernur California Gavin Newsom mengungkapkan apa yang dilakukan pemerintahannya.

“Kantor Layanan Darurat Gubernur secara aktif bekerja sama dengan pejabat keamanan negara bagian, lokal, dan federal untuk melindungi komunitas kita,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved