Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Israel vs Iran

Intelijen AS: Rusia Diduga Pasok Data Target untuk Iran Serang Pangkalan AS

Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan dugaan Rusia turut membantu Iran memetakan posisi pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Istimewa/ Kolase Tribun Jambi
PERANG DI TIMUR TENGAH - Kolase foto peranga di Timur Tengah antara Iran, Israel dan AS. Rusia diduga ikut membantu data pangkalan militer AS untuk Iran. 

Ringkasan Berita:Perang di Timur Tengah
  • Rusia diduga pasok data target untuk bantu Iran serang pangkalan AS.
  • Indikasi keterlibatan Moskow muncul sepekan pasca-perang pecah.
  • Gedung Putih remehkan laporan tersebut karena klaim Iran sudah hancur.
  • Kremlin tegaskan dialog dengan Iran jalan terus tanpa bantuan militer.
  • Pertukaran intelijen antar-sekutu perparah ketegangan di Timur Tengah.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Poros persahabatan Moskow, Rusia dan Teheran, Iran dilaporkan mulai bergeser dari dukungan politik ke arah kerja sama intelijen yang berbahaya. 

Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan dugaan kuat bahwa Rusia turut membantu Iran dalam memetakan posisi pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Hal itu sebuah langkah yang memungkinkan Teheran meluncurkan serangan balasan presisi pasca-agresi besar Sabtu (28/2/2026).

Menurut dua pejabat intelijen AS yang berbicara dengan syarat anonim, ada indikasi awal bahwa Moskow mulai terlibat aktif dalam perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran

Meski intelijen belum menemukan bukti bahwa Rusia memberikan instruksi serangan, pasokan data posisi aset AS dinilai menjadi kunci serangan balik Iran sepekan terakhir.

Rusia tetap menjadi salah satu sekutu terdekat Iran di tengah isolasi global akibat program nuklir dan dukungan terhadap kelompok proksi. 

Hubungan ini kini dituding naik ke tingkat militer yang lebih sensitif.

Gedung Putih: Itu Tidak Berarti Apa-apa

Menanggapi laporan tersebut, Gedung Putih bersikap acuh tak acuh. 

Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa bantuan intelijen Rusia tidak akan mampu membendung kekuatan tempur koalisi yang sedang berlangsung di daratan Iran.

“Hal itu tidak akan membuat perbedaan apa pun terkait operasi militer di Iran, karena kami benar-benar menghancurkan mereka,” tegas Leavitt, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Efek Domino Jika Perang Iran vs Amerika-Israel Semakin Lama, Dampak ke Indonesia-Jambi

Baca juga: Ambulans Terjebak Macet, Jalur Muara Bulian Jambi Lumpuh Total Akibat Batu Bara

Leavitt juga menolak mengonfirmasi apakah Presiden Donald Trump telah menghubungi Vladimir Putin untuk membahas laporan pertukaran intelijen ini atau jika Rusia akan menghadapi konsekuensi berat di masa depan.

Respons Kremlin: Dialog Terus Berjalan

Di sisi lain, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memilih untuk memberikan jawaban diplomatis saat ditanya mengenai potensi bantuan militer langsung untuk Teheran. 

Peskov menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan bantuan militer secara resmi dari pihak Iran.

“Kami sedang berdialog dengan pihak Iran, dengan perwakilan dari kepemimpinan Iran, dan tentu akan melanjutkan dialog ini,” ujar Peskov seraya menolak berkomentar lebih jauh terkait detail bantuan intelijen.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved