Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Sepak Terjang Kapten Hendrick Lpodewyck, Pilot Gugur Pesawat Pelita Air Jatuh

Dalam misi terakhirnya, pilot Pelita Air Service tersebut diketahui baru saja menyelesaikan distribusi program BBM Satu Harga ke kawasan

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
Tribunjambi.com/ist
Insiden jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (20/2/2026), merenggut nyawa pilot Hendrick Lodewyck Adam yang saat itu tengah menjalankan tugas penerbangan. 

 TRIBUNJAMBI.COM – Insiden jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (20/2/2026), merenggut nyawa pilot Hendrick Lodewyck Adam yang saat itu tengah menjalankan tugas penerbangan.

Dalam misi terakhirnya, pilot Pelita Air Service tersebut diketahui baru saja menyelesaikan distribusi program BBM Satu Harga ke kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebelum musibah terjadi saat perjalanan kembali menuju Tarakan.

Penerbangan tersebut hanya diawaki satu orang, yakni Capt. Hendrick Lodewyck Adam.

Pada saat kejadian nahas berlangsung, Hendrick mengembuskan napas terakhir di usia 54 tahun.

Sejak Juli 2021, almarhum telah resmi bergabung bersama PT Pelita Air Service sebagai pilot.

Sepanjang kariernya, Hendrick dikenal memiliki pengalaman terbang yang panjang dengan akumulasi jam terbang melampaui 8.000 jam.

Baca juga: Sosok Sarifuddin Sudding, Minta Jokowi Bicara Jujur Soal Revisi UU KPK

Baca juga: Pesan Tegas Cak Imin Ingatkan Dirut BPJS Baru Dilantik: Kesehatan Warga Penting

Sebelum bergabung dengan Pelita Air Service, ia juga sempat mengoperasikan pesawat perintis di maskapai lain.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa pesawat yang diterbangkan Hendrick telah melalui pemeriksaan berkala 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026.

Berdasarkan catatan teknis, total jam operasional pesawat tersebut mencapai 3.303 jam terbang.

Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, mengungkapkan bahwa pesawat yang digunakan dalam rute Long Bawan–Tarakan merupakan tipe Air Tractor AT-802.

Pesawat produksi tahun 2013 tersebut disebut dalam kondisi laik terbang dan telah menjalani perawatan rutin terakhir pada 15 Februari 2026.

Selain itu, Patria memastikan bahwa penerbangan tersebut hanya diawaki satu pilot, yakni Capt. Hendrick Lodewyck Adam.

"Manajemen PT Pelita Air Service menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya pilot yang bertugas," ujar Patria dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.

"Perusahaan memastikan akan memenuhi seluruh hak dan santunan kepada keluarga almarhum serta memberikan pendampingan yang diperlukan selama masa duka," tambahnya.

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Andreas A. Dhewo, sebelumnya mengungkapkan bahwa bangkai pesawat ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan sekitar pukul 14.33 WITA.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved