Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jalan Tol Trans Sumatera

Daftar Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera Dapat Diskon 50 Persen Sewa Tenant

Rest area Jalan Tol Trans Sumatera lagi buka kesempatan sewa tenant untuk UMKM, dengan diskon hingga 50 persen

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Dok Hutama Karya
Satu diantara rest are jalan tol trans Sumatera 
Ringkasan Berita:Diskon Sewa Rest Area
  • Hutama Karya diskon sewa tenant UMKM 50 persen di JTTS.
  • Lokasi di Tol Aceh, Medan, Padang, Riau, hingga Lampung.
  • Dorong ekonomi lokal dengan manfaatkan trafik pengunjung tol.
  • Pendaftaran dibuka via kontak resmi @hutamakaryatollroad.
  • Peluang bisnis strategis di rest area ruas utama Sumatera.

 

TRIBUNJAMBI.COM - PT Hutama Karya (Persero) memberikan peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengembangkan sayap bisnis di sepanjang jalur strategis nasional. 

Melalui program terbarunya, pengelola jalan tol pelat merah ini resmi "mengobral" harga sewa tenant di berbagai rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan potongan harga yang sangat signifikan.

"Rest area Jalan Tol Trans Sumatera lagi buka kesempatan sewa tenant untuk UMKM, dengan diskon hingga 50 persen," tulis manajemen Hutama Karya melalui akun Instagram resmi @hutamakaryatollroad pada Sabtu (07/02/2026).

Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menghidupkan ekosistem bisnis di titik-titik singgah pengguna jalan tol

Dengan potensi arus kendaraan yang terus mengalir setiap hari, kehadiran tenant UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jalan sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah.

Bagi Anda yang ingin memulai atau memperluas usaha, berikut adalah daftar lokasi rest area di JTTS yang menawarkan sewa tenant dengan diskon 50 persen:

  • Tol Sigli-Banda Aceh KM 37A
  • Tol Sigli-Banda Aceh KM 37B 
  • Tol Binjai-Langsa KM 41B 
  • Tol Indrapura-Kisaran KM 118A 
  • Tol Indrapura-Kisaran KM 119B
  • Tol Indrapura-Kisaran KM 145A 
  • Tol Indrapura-Kisaran KM 145B
  • Tol Padang-Sicincin KM 23A 
  • Tol Padang-Sicincin KM 23B 
  • Tol Pekanbaru-Dumai KM 82A 
  • Tol Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar KM 36A 
  • Tol Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar KM 36B 
  • Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung KM 172B 
  • Tol Bengkulu-Taba Penanjung KM 5A 
  • Tol Bengkulu-Taba Penanjung KM 5B

Pihak Hutama Karya mengajak para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan diri karena lokasi yang tersedia tersebar di berbagai ruas prioritas dengan trafik pengunjung yang tinggi. 

"Cek lokasi yang tersedia dan hubungi kontak pendaftaran untuk mulai langkah baru bisnismu," tutup keterangan resmi tersebut.

Garap Proyek Baru 

Di sisi lain, Hutama Karya memastikan akan ikut berkontribusi dalam pembangunan proyek Jalan Tol Pelabuhan-Lematang di Lampung. 

Baca juga: Progres Pembangunan Jalan Tol Jambi-Rengat dan Kotruksi Betung-Jambi

Baca juga: Survei Kepercayaan Publik ke Prabowo-Gibran, IPI: Lampaui SBY dan Jokowi, Poltracking: Pengaruh MBG

Baca juga: Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi, KPU Akhirnya Buka-bukaan Hari Ini

Kepastian ini disampaikan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Mardiansyah menjawab Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

"Ya, sesuai dengan penugasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II dari Pemerintah kepada Hutama Karya," jelas Mardiansyah. 

Adapun saat ini, kata Mardiansyah, proyek tol tersebut masih dalam tahapan perencanaan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Sejauh ini, Kementerian PU mengusulkan proyek Tol Pelabuhan-Lematang di Lampung untuk menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mengacu pernyataan Wilan, salah satu skema pembiayaan yang diincar oleh pemerintah untuk proyek ini adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Saat ini, proyek tol tersebut tengah disiapkan dari sisi dokumen perencanaan dasar dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 

"Apabila kepastian pendanaan telah tersedia, tahapan pengembangan selanjutnya dapat dilaksanakan," lanjut Wilan.

Adapun pengembangan Tol Pelabuhan Panjang-Lematang dirancang untuk mendukung penguatan konektivitas jalan tol dan pelabuhan di Lampung. 

Melalui kolaborasi stakeholders (pemangku kepentingan) terkait, proyek ini diharapkan bisa mendukung kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan efisiensi pergerakan barang.

Membentang 11,68 Kilometer 

Tol Pelabuhan Panjang-Lematang akan membentang sepanjang 11,68 kilometer yang terdiri dari Tahap I at grade sepanjang 6,76 kilometer dan Tahap II elevated sepanjang 4,92 kilometer. 

Kecepatan rencana kendaraan di tol ini mencapai 80 kilometer per jam, dan terdiri dari 2x2 lajur, satu Interchange Lematang, dan satu On/Off Ramp Soekarno.

Baca juga: Jambi-Lampung Kian Dekat, Tol Palembang-Jambi Pangkas Waktu 5 Jam dan Hindari Macet Kota

Baca juga: Dua Oknum Guru PPPK di Bungo Diduga Selingkuh, Kena Sanksi SP1 dan Denda Adat

Tol Pelabuhan Panjang-Lematang nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Sementara itu, Pelabuhan Panjang memiliki potensi demand logistik sekitar 500 truk per hari-800 truk per hari, terutama dari klaster industri Lematang-Tanjung Bintang dan arus truk yang selama ini bergantung pada Pelabuhan Bakauheni. 

Oleh karena itu, dengan adanya proyek tol ini, diproyeksikan Pelabuhan Panjang berpeluang berfungsi sebagai alternatif simpul logistik wilayah.

Progres Pembangunan Jalan Tol Jambi-Rengat dan Betung-Jambi

Peta jalan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II kini memasuki fase krusial. 

PT Hutama Karya (Persero) tengah mematangkan rencana besar untuk menyambungkan Jambi hingga ke Rengat (Riau), sebuah langkah strategis untuk menciptakan koridor ekonomi yang tak terputus dari Lampung hingga ke pusat Sumatera.

Jambi-Rengat: Menghubungkan Kawasan Industri dan Destinasi Strategis

Sebagai kelanjutan dari koridor utama, Hutama Karya telah menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km. 

Ruas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung yang menghubungkan Jambi dengan wilayah Riau, khususnya membuka akses ke kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang kaya akan sektor kelapa sawit dan perikanan.

Tak hanya soal industri, tol ini juga dirancang untuk membuka akses andal menuju destinasi konservasi dan sejarah kelas dunia, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, hingga Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.

"Melalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi," tegas Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Update Konstruksi Betung-Jambi

Sebelum menyentuh Rengat, Hutama Karya saat ini tengah fokus menuntaskan Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km. 

Berikut adalah rincian progres konstruksi fisik di lapangan:

Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya): Terbagi atas Seksi 1A (Progres 57,64 % ) dan Seksi 1B (Progres 13,39 % ), dengan target rampung Kuartal I 2027.

Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir): Terbagi atas Seksi 2A (Progres 22,03 % ) dan Seksi 2B (Progres 22,37 % ), ditargetkan selesai Kuartal IV 2027.

Saat ini, segmen Bayung Lencir–Tempino (34,10 km) dan Tempino–Ness (18,49 km) telah resmi beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif.

Dukungan Parlemen dan Rekor Pembebasan Lahan

Progres positif ini mendapat apresiasi langsung dari Komisi V DPR RI dalam kunjungan kerja ke Gerbang Tol Pijoan pada Kamis (29/01/2026). 

etua Pimpinan Kunjungan, A. Bakrie, menyatakan kesiapan parlemen untuk memastikan Tol Jambi-Rengat segera terealisasi.

"Kita sudah melihat tol yang ada di Jambi, pembebasan lahannya cukup baik, justru mendapat rekor MURI sebagai pembebasan lahan tercepat. Kami berharap dapat segera rampung dan rencana pembangunan hingga ke Rengat dapat dilanjutkan," tutur Bakrie.

Dampak Sosial dan UMKM Lokal

Selain efisiensi logistik, pembangunan ini tetap mengedepankan aspek sosial. 

Hutama Karya memastikan akan ada ruang bagi UMKM lokal di setiap rest area, serta penyediaan fasilitas penyeberangan berupa overpass dan underpass agar mobilitas warga sekitar tidak terputus oleh jalur bebas hambatan.

Dengan hadirnya Tol Jambi-Rengat nantinya, biaya logistik yang selama ini terkendala oleh kapasitas jalan eksisting diharapkan dapat ditekan drastis, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi wilayah Sumatera.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Aturan Baru Pembelian Tabung Gas LPG 3 Kg, Akan Satu Harga dan Wajib KTP

Baca juga: Pemkot Jambi Gelontorkan 4.000 Paket Sembako Murah Jelang Ramadan

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Jambi 9–11 Februari 2026, Cuaca Tanpa Potensi Hujan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved