OTT KPK
Makna 7 Sapi dan 7 Ayam Putih Dilepas Warga Pati Usai Sudewo Tersangka, Kirim Pesan ke Prabowo
Kehadiran tujuh ekor kambing yang diistilahkan sebagai "wedhus gembel" merupakan representasi kaum marhaen atau rakyat kecil.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Warga Pati Rayakan Penetapan Tersangka Sudewo
- Warga Pati lepas 7 kambing & ayam putih usai Sudewo jadi tersangka.
- Angka 7 (pitu) simbol harapan pitulungan (pertolongan) Tuhan.
- Riyanta desak Presiden Prabowo bersihkan pengkhianat negara di 2026.
- Kritik keras budaya suap jabatan perangkat desa sejak era 80-an.
- Simbol ayam putih bermakna kesucian, lawan kejahatan jabatan yang "hitam".
TRIBUNJAMBI.COM - Gelombang respons atas jatuhnya Bupati Pati (Nonaktif) Sudewo ke tangan KPK belum mereda.
Jika sebelumnya warga menggelar aksi gundul dan sujud syukur, kini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) memilih jalur simbolis-filosofis.
Di Lapangan Desa Karangwotan, Pucakwangi, Minggu sore (25/1/2026), mereka melepas tujuh ekor kambing dan tujuh ayam putih sebagai bentuk ruwatan bagi Bumi Mina Tani.
Filosofi 'Pitu': Dari Rakyat Kecil Menjadi Harimau
Ketua Umum GJL, Riyanta, menjelaskan bahwa angka tujuh atau pitu dalam bahasa Jawa bermakna pitulungan (pertolongan) dari Yang Maha Kuasa.
Kehadiran tujuh ekor kambing yang diistilahkan sebagai "wedhus gembel" merupakan representasi kaum marhaen atau rakyat kecil.
Terinspirasi dari metafora Bung Karno, Riyanta melontarkan tantangan besar untuk mengubah mentalitas masyarakat.
"Bagi Gerakan Jalan Lurus, berikan saya 7 ekor kambing, nanti akan saya kembalikan menjadi 7 ekor harimau," tegasnya.
Baca juga: Hasil Jual Beli Jabatan Bupati Pati Sudewo di 21 Kecamatan Bisa Raup Rp50 Miliar
Baca juga: Rekannya Dihina, Dr Tirta Serang Warganet tegaskan Asam Lambung Tak Ada Hubungan Henti Jantung
Baca juga: Aliran Dana Korupsi K3 Noel Ebenezer Sampai ke Partai Politik dan Ormas Non-Keagamaan
Bagi mantan anggota Polri ini, rakyat kecil harus dibina menjadi "harimau" yang memiliki keberanian ksatria untuk melawan penyimpangan, bukan lagi menjadi korban yang pasif.
Pesan untuk Presiden Prabowo Subianto: Kerangkeng 'Si Hitam' dari Tanah Pati
Riyanta juga menitipkan pesan kuat kepada Presiden Prabowo Subianto agar tahun 2026 menjadi momentum pembersihan nasional.
Ia menceritakan pengalamannya mencari tujuh ayam hitam mulus yang gagal ditemukan, yang kemudian ia maknai secara politik.
"Sing ireng-ireng iku kudu dikrangkeng (yang hitam-hitam itu harus dikurung). Oleh karena itu saya berharap pada Pak Presiden Prabowo Subianto segala bentuk kejahatan jabatan harus dihentikan dan pelakunya dikerangkeng," serunya.
Sebagai gantinya, tujuh ekor ayam putih dilepaskan sebagai simbol kesucian hati.
Riyanta meminta Prabowo terus memperkuat KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk membersihkan para pengkhianat negara, dimulai dari momentum di Pati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260126-Bupati-Pati-Sudewo-memakai-rompi-tersangka-khas-KPK.jpg)