Kasus Ijazah Palsu
Rustam Effendi Ogah Ikuti Jejak Eggi Sudjana Pilih Damai, Akan Terus Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Rustam menekankan bahwa konsistensinya bukan semata-mata karena keras kepala, melainkan demi kepentingan transparansi nasional.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Polemik Ijazah Jokowi
- Rustam Effendi tegas tolak Restorative Justice (RJ) dalam kasus ijazah Jokowi.
- Enggan ikuti jejak Eggi Sudjana & Damai Lubis yang berdamai di Solo.
- Rustam bersama Kurnia & Rizal Fadillah (TPUA) siap hadapi risiko hukum.
- Menilai perdamaian akan menghapus perjuangan membongkar ijazah bertahun-tahun.
- Sebut tujuan utamanya adalah pengungkapan ijazah demi transparansi bangsa.
TRIBUNJAMBI.COM - Perlawanan hukum terhadap dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, kini memasuki fase 'penyaringan' ideologi di antara para tersangka.
Rustam Effendi, salah satu tersangka utama dari klaster pertama, menegaskan sikapnya untuk tetap berada di garis depan perjuangan dan menolak mentah-mentah opsi Restorative Justice (RJ).
Sikap ini diambil Rustam meski dua rekan seperjuangannya di Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis (DHL), telah resmi menghirup udara bebas setelah menempuh jalur damai lewat kunjungan ke Solo.
Pecah Kongsi di Klaster Pertama
Hingga 22 Januari 2026, peta ketersangkaan kasus ini terbagi menjadi dua kelompok besar.
Di klaster pertama, posisi Rustam kini hanya didampingi oleh Kurnia Tri Rohyani dan Muhammad Rizal Fadillah.
Sementara itu, Eggi Sudjana (Ketua TPUA) dan Damai Hari Lubis (Koordinator Advokat TPUA) telah menanggalkan status tersangka mereka melalui mekanisme pemulihan hubungan sosial atau RJ.
Rustam sendiri sebenarnya memprotes keras penetapan dirinya sebagai tersangka.
Ia merasa janggal karena sejatinya ia adalah pihak pelapor awal di Bareskrim Mabes Polri bersama Eggi dan Damai.
Baca juga: Rismon Sianipar Sebut Polri Tak Beretika dan Gampang Diperintah-perintah di Kasus Ijazah Jokowi
Baca juga: Rupiah Tancap Gas ke Rp16.769, Manfaatkan Momentum Sell-Off Dolar AS di Awal Pekan
Baca juga: Ultrajaya Sokong Makan Bergizi Gratis, Kucurkan Rp1,14 T Perkuat Produksi Susu Berbasis Robotik
Namun, alih-alih meminta pengampunan, ia justru memilih untuk terus bertarung di meja hijau.
"Kalau Kita Ikut Damai, Semuanya Habis"
Rustam menekankan bahwa konsistensinya bukan semata-mata karena keras kepala, melainkan demi kepentingan transparansi nasional.
Baginya, mengikuti jejak Eggi dan Damai sama saja dengan mengubur perjuangan bertahun-tahun yang telah dilakukan untuk membongkar keabsahan dokumen pendidikan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Kalau saya, tidak (ajukan RJ), karena saya menginginkan ijazah ini benar-benar terungkap gitu, ini bukan untuk saya saja, untuk bangsa ini gitu loh," tegas Rustam saat ditemui usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube tvOne (24/1/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260126-Kolase-foto-Rustam-Effendi-Jokowi-dan-Eggi-Sudjana.jpg)